Lagi Jomblo? Ikuti Tips Ini Saat Cari Pasangan

Ilustrasi

Ilustrasi

HAI para lajang, seberapa sering mendapat pertanyaan ”Kapan nikah?” Lalu, sambungannya ”Udah ada calonnya, belum?” Kadang-kadang ada pertanyaan yang cukup nyelekit ”Cari yang seperti apa sih?”.

Belum menemukan pasangan yang tepat kerap dijadikan alasan banyak orang di kota-kota besar tentang pilihan mereka untuk tetap melajang.

Hasil studi yang dilakukan Lunch Actually Group (2015) mengungkapkan alasan yang diajukan oleh beberapa responden lajang. Di antaranya; sibuk dengan karier serta sulitnya mendapatkan pasangan yang diinginkan.

Well, selama ini kebanyakan orang berfokus pada bagaimana mencari sosok yang tepat. Razi Thalib, CEO Setipe.com yang juga Country Head Lunch Actually Indonesia memaparkan, step awal seharusnya adalah bagaimana memahami diri kita terlebih dulu, kekurangan dan kelebihan sendiri, sehingga mampu mengenali kebutuhan kita akan pasangan hidup.

”Tak jarang seseorang punya ekspektasi tentang sosok pasangan, padahal itu tidak selalu sama dengan apa yang dia butuhkan. Antara wants dan needs berbeda,” ujarnya di Por Que No, Menteng, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Fenomena di kota-kota besar, kesibukan membuat mereka tidak punya cukup waktu untuk bertemu seseorang. Terkadang ada perasaan malu kalau ketahuan sedang mencari calon pasangan. Fenomena itu memunculkan dating service a.k.a mak comblang modern.

Di Setipe.com, peran mak comblang dilakukan oleh sistem algoritma, yang hanya memperkenalkan anggota dengan nilai kecocokan tinggi berdasarkan tes kepribadian mereka. Sejak 2014, sudah lebih dari 200 pasangan yang berhasil dijodohkan hingga menikah.

Namun, ada pula yang lebih cocok dengan cara offline. Perlu ”mak comblang” beneran yang menjodohkan, lantas menyusun agenda kencan. Atau, menggabungkan dua metode tersebut. Sesuai dengan karakter lajang Indonesia yang masih lekat dengan budaya Timur namun juga sudah akrab dengan dunia digital.

”Untuk menjaga ekspektasi, kami tidak memberikan foto kepada klien. Juga, tidak terlalu banyak informasi di awal. Karena pengalaman berkenalan itulah yang lebih penting,” ujar Violet Lim, CEO Lunch Actually Group, premium dating service yang sudah 13 tahun berjalan di Asia. Kesamaan visi untuk membantu para lajang mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik itu membuat kedua bekerja sama.

Kecocokan antar dua pribadi dalam satu hubungan adalah awal yang amat menentukan. Terpenuhinya kebutuhan serta ekspektasi. Ingat, bukan sekedar untuk memenuhi ekspektasi, tetapi carilah apa yang dibutuhkan. ”Relasi yang sehat untuk jangka panjang dapat terwujud jika ada kecocokan satu sama lain,” papar Razi.

(nor/JPK/pojoksulsel)



loading...

Feeds