Lagi, PSM Makassar Layangkan Surat Protes Kinerja Wasit ke PSSI

Gelandang PSM Makassar Wiljan Pluim berduel dengan pemain PS TNI. Pertandingan PSM Makassar Vs PS TNI berakhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Senin (15/5/2017). Foto: IST

Gelandang PSM Makassar Wiljan Pluim berduel dengan pemain PS TNI. Pertandingan PSM Makassar Vs PS TNI berakhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Senin (15/5/2017). Foto: IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – PSM Makassar melayangkan surat protes kepada PSSI selaku induk olahraga sepak bola di Indonesia.

Surat protes yang dikirim, Selasa (16/5/2017), terkait keluhan mengenai kinerja wasit dan pelanggarann lain saat PSM Makassar berhadapan PS TNI di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Senin (15/5/2017) lalu.

Media Officer PSM Makassar, Andi Widya Dyadzwina mengatakan, dalam surat protes tersebut dimasukan tentang pelanggaran terhadap pasal 49 poin 3.

Pada pasal tersebut menyebut jika warna jersey keeper tidak boleh sama dengan pemain maupun wasit.

“Tetapi pertandingan kemarin, keeper PS TNI dan wasit memakai kostum yang sama warna yaitu hitam,” kata perempuan yang akrab disapa Wina tersebut.

Hal senada juga disampaikan Robert Rene Alberts, pelatih kepala PSM Makassar. Menurutnya, banyak pelanggaran yang diabaikan wasit.

“Pemain lawan memukul pemain PSM tapi wasit tidak memberinya kartu. Dan terakhir seorang pemain lawan menangkap bola dengan tangannya,” ungkap Robert.

Pada pertandingan yang berakhir 0-1 atas kemenangan PS TNI tersebut berjalan ketat dan keras. Wasit yang memimpin pertandingan harus mengeluarkan 7 kartu kuning untuk tim tuan rumah dan 2 untuk PSM Makassar.

Ada beberap kejadian yang sepertinya menjadi keluahan Robert Rene Alberts, saat salah satu pemain PSM Marc Anthony Klok dipukul tapi tidak ada kartu.

Tak sampai disitu, Klok kembali mendapat perlakuan kasar dari kapten tim PS TNI Manahati Lestusen dengan mencekik leher pemain PSM Makassar itu.

Ada juga kejadian yang membingungkan. Saat pemain belakang PS TNI menangkap bola dengan tangannya, dan wasit menganggap bukan pelanggaran.

“Ini semua diluar dari laws of the game. Saya tidak tau lagi apakah memang saya yang bodoh dan tidak tau tentang aturan sepakbola atau bagaimana,” kata pelatih asal Belanda itu.

Sebelumnya, PSM juga melayangkan protes atas kinerja wasit saat menantang Perseru Serui. Meski meraih poin kemenangan, PSM menilai banyak pelanggaran yang tidak mendapat sanksi dari wasit.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Ini Syarat Calon Walikota PPP Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Ketua Bappilu Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP), Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Salam Latif, mengatakan sejauh …