BPBD Lutra Libatkan Penyuluh Agama Atasi Bencana

BPBD Lutra Libatkan Penyuluh Agama Atasi Bencana

BPBD Lutra Libatkan Penyuluh Agama Atasi Bencana

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara melakukan sebuah terobosan baru dengan melibatkan penyuluh agama, para Kepala KUA, remaja masjid, dan tokoh masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan kebencanaan di Luwu Utara.

Sudah menjadi rahasia publik bahwa sebagian wilayah di Lutra sangat rawan bencana, utamanya banjir.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Alauddin Sukri, menjelaskan, keterlibatan Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan Remaja Masjid dalam mengatasi persoalan kebencanaan adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam rangka membangun kegotongroyongan, utamanya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya upaya pencegahan bencana.

“Keterlibatan Penyuluh Agama, KUA, dan Remaja Masjid dalam persoalan kebencanaan adalah barang baru bagi kita. Nah, tentu ada yang bertanya, apa hubungannya mereka dengan kebencanaan. Hal mendasar dari keterlibatan mereka adalah kita ingin membangun kembali budaya gotong royong yang semangatnya semakin tergerus,” ujar Alauddin di acara Pembekalan para Relawan Tanggap Bencana Berbasis Masyarakat, Senin kemarin di Aula Kantor BPBD.

Alauddin melanjutkan, budaya kegotongroyongan sejauh ini getarannya mulai terputus, dan bahkan tidak terasa lagi, sehingga kebersamaan dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan bencana terkesan individualistis atau nafsi-nafsi.
“Harus kita akui semangat gotong royong sudah mulai terputus, sehingga kebersamaan kita di dalam mengantisipasi bencana terkesan nafsi nafsi. Nah, dengan kerlibatan mereka, kita harapkan semangat kegotongroyongan ini mulai kita bangun kembali.

Masih Alauddin, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi bencana. Dibutuhkan dukungan semua pihak guna meminimalisir bencana, karena menurut Alauddin, bencana itu tak bisa ditolak, tetapi hanya bisa diminimalisir. “Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Olehnya itu kami butuh dukungan dari kita semua untuk meminimalisir bencana karena hanya itu yang bisa kita lakukan. Ingat bencana tidak bisa kita tolak, tapi harus kita minimalisir,” tandas Alauddin.

Sementara itu Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Luwu Utara, Muchlis Khalid, meminta Penyuluh Agama dan KUA untuk tidak berpangku tangan membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan kebencanaan.

“Jadi tolong kepada Penyuluh Agama dan KUA, jangan berpangku tangan jika ada bencana. Bergeraklah sebagaimana yang diinginkan. Semua penyuluh harus siap. Ready for use. Siap pakai. Tidak boleh lepas tangan,” tandas Muchlis, yang meski masih sakit, tapi semangatnya mampu menyembunyikan sakit yang ia derita. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, setnov ditahan, setya novanto ditahan

Tim Dokter: Setya Novanto Sehat

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan, tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto yang sudah sejak Jumat (17/11) …