KPK Periksa Imam Besar Masjid Istiqlal Terkait Kasus Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama. Nasaruddin diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan wakil menteri agama 2011-2014 untuk tersangka Fahd El Fouz A Rafiq.

Usai diperiksa, Nasaruddin enggan berkomentar banyak soal pemeriksaannya kali ini. Dia mengklaim tidak banyak tahu soal pengadaan Alquran lantaran tengah menjalankan tugas di luar negeri.

“Dimintai pendapat tentang saudara Fahd. Pada waktu itu saya sudah menjadi Wamen. Jadi saya sudah tidak tahu-menahu banyak. Karena kami sudah menjalankan tugas pada waktu itu di luar negeri. Untuk membebaskan sekitar 200 orang yang terancam hukuman mati. Jadi proses belakangan saya enggak tahu,” kata Nasaruddin saat keluar gedung KPK sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (15/5/2017).

Nasaruddin juga membantah menerima aliran uang dari proyek pengadaan tersebut. Menurut dia, pemeriksaan hari ini hanya berlangsung singkat.

“Tdak ada tanda tangan apa pun, tidak ada paraf apa pun yang pasti tidak ada aliran dana apa pun. Tanya saja, sebentar sekali tadi.

Nama Nasaruddin diketahui masuk dalam dakwaan mantan pejabat Kementerian Agama yang juga pejabat pembuat komitmen proyek pengadaan Alquran Ahmad Jauhari.

Kemudian, Fahd saat bersaksi dalam persidangan mantan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar, mengaku pernah bertemu dengan Nasaruddin untuk mengecek proyek-proyek Kemenag pada 2011.

Saat itu, Nasaruddin menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag. Namun, Nasaruddin telah membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi laboratorium komputer dan pengadaan Alquran ini, dengan melakukan penunjukkan langsung.

(put/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds