5 Hal Ini Akan Dialami Wanita Kalau Berhenti Bercinta

Ilustrasi

Ilustrasi

PERPISAHAN dengan pasangan atau bercerai tentu beresiko membuat hubungan intim akan berhenti. Frekuensi bercinta yang biasanya rutin dilakukan, tiba-tiba saja berhenti.

Ada beberapa dampak yang akan dialami wanita jika suatu saat frekuensi bercinta jarang dilakukan atau berhenti. Periode terlalu lama tidak berhubungan intim akan mengakibatkan lima hal seperti dilansir Mirror.

1. Kehilangan Libido
Tubuh akan kehilangan hasrat bercinta. Karena itu, kata kuncinya adalah gunakanlah libido atau maka akan kehilangan rasa itu. Namun hal ini tak mutlak berlaku bagi semua orang.

“Untuk beberapa orang yang berhenti bercinta dalam waktu lama, mereka akan semakin kehilangan vitalitas dan hasrat ingin bercinta,” kata Seksolog asal Inggris, Sari Cooper.

2. Dinding Vagina Akan Melemah
Umumnya, rasa ini akan dialami saat mendekati menopause. Namun rupanya tanpa hubungan intim yang teratur atau berhenti, maka juga akan memengaruhi kualitas dinding vagina.

“Tanpa frekuensi yang teratur, maka akan membuat dinding vagina melemah. Karena penetrasi sebelumnya membuat dinding vagina berfungsi dengan baik. Saat suatu hari nanti tiba-tiba memulai hubungan intim lagi, maka vagina akan terasa sakit seperti pertama kali bercinta,” jelas Sari.

3. Kehilangan Lubrikasi
Setiap kali ada rangsangan, maka secara alamiah lubrikasi cairan akan muncul di area organ intim. Menipisnya dinding organ intim menyebabkan kekurangan hormon estrogen. “Namun seorang wanita muda berusia 20 atau 30 tahun, dia teta akan memiliki banyak estrogen untuk memastikan jaringan tersebut tetap sehat, elastis, dan dilumasi saat dia tidak bercinta,” kata Seksolog lainnya, Dr. Lauren Streicher .

Akan tetapi seseorang yang berusia 60 tahun ke atas dan tidak memiliki estrogen, maka akan kehilangan rasa itu. Insomnia juga merupakan salah satu gejala menopause, bersamaan dengan keringat di malam hari.

“Pelumasan organ intim berkurang seiring bertambahnya usia, dan jika tidak dihidupkan melalui kesenangan diri oleh pasangan atau stimulus lainnya maka akan semakin cepat berkurang,” katanya.

4. Nyeri Saat Haid
Saat sering merasa orgasme, maka nyeri haid akan berkurang. Banyak pula budaya barat yang memercayai hubungan intim saat menstruasi justru membuat wanita lebih nyaman. Banyak wanita menderita kram saat haid. Nyeri akan hilang saat wanita sering orgasme.

“Rahim adalah otot dan banyak wanita benar-benar akan mengalami kontraksi rahim saat mereka orgasme, yang akan menyebabkan darah cepat terbuang, yang pada gilirannya akan menurunkan kram saat menstruasi. Peningkatan hormon endorfin, juga mengurangi rasa nyeri,” jelas Streicher.

5. Infeksi Saluran Kemih
Sebanyak 80 persen Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada wanita pramenopause terjadi dalam 24 jam setelah bercinta karena jarang berhubungan intim. American Family Physician menyatakan frekuensi bercinta menjadi indikator dari infeksi saluran kemih.

(cr1/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds

selebriti, ariel tattum, foto hot ariel tatum, ariel tatum hot, video mesum ariel tatum

Si Seksi Ariel Tatum Menjomblo

ARTIS seksi Ariel Tatum kembali menjadi bahan perbincangan. Kali ini adalah terkait kabar putusnya kasih asmara dengan pesepakbola Ryuji Utomo. …
Revisi Undang Undang pilkada, uu pilkada, revisi uu, uu pilkada tuntas, dpr ri, pembahasan revisi uu pilkada, mendagri, tjahjo kumolo

Mendagri Dorong Daerah Terbitkan Perda Ormas

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai daerah perlu membuat peraturan terkait organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang …