NH-AQM Gotong Royong Garap Bone

HAM Nurdin Halid - Aziz Qahhar Mudzakkar

HAM Nurdin Halid - Aziz Qahhar Mudzakkar

POJOKSULSEL.com, BONE – Kabupaten Bone masih menjadi penduduk terbesar di Sulsel setelah Kota Makassar. Artinya, penduduk potensi pemilih terbesar kedua juga ada di daerah ini. Menariknya, Bone adalah kampung Nurdin Halid (NH).

Bicara geopolitik, NH sebagai putra Bone tidak salah jika mengklaim daerah Bugis ini sebagai basis. Apalagi, jika satu-satunya kandidat Gubernur Sulsel 2018 dari Bone hanya NH. Terakhir, orang Bugis yang memimpin Sulsel adalah Amin Syam. Ia juga berasal dari Bone.

Karena itu, sangat wajar jika Bone mendapat perhatian khusus sebagai wilayah garapan. Dalam taktik perang, basis harus diamankan, sebelum merebut daerah lawan. Manakala basis kebobolan, maka itu sudah menjadi tanda-tanda bahaya.

Pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-AQM) tampaknya sudah memetakan dengan baik soal wilayah ini. Terbukti, dalam beberapa hari ini, duet yang diusung Partai Golkar ini, menggarap Bone secara gotong royong.

Tidak tanggung-tanggung, Aziz misalnya mengisi tiga acara berbeda di Bone, Jumat, 12 Mei 2017. Mulai dari tausiah usai salat subuh, diskusi terbuka, hingga diskusi yang digelar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Diskusi yang digagas warga KAHMI ini dihadiri kalangan aktivis di Bumi Arung Palakka. Acara berlangsung di Warkop Magaya, Jalan Ahmad Yani, Watampone.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Aziz Qahhar untuk mengulas program utama yang menjadi sumbu pertemuan dan komitmennya dengan NH; ekonomi kerakyatan. Bagi anggota DPD RI ini, bicara ekonomi kerakyatan sangat penting.

“Kenapa? Karena saya paham bahwa perkembangan di semua sektor kehidupan bernegara itu berdasar pada kekuatan ekonomi,” ungkapnya.

Aziz Qahhar lalu merinci. Kata dia, jika ingin mengembangkan kualitas pendidikan maka butuh kekuatan ekonomi. Ingin mengembangkan kesehatan juga butuh kekuatan ekonomi. Begitu juga jika ingin memajukan kualitas berpolitik, maka juga butuh kekuatan ekonomi.

Berkaca pada kondisi tersebut, Aziz Qahhar menegaskan, kunci utama untuk bisa bangkit adalah kekuatan ekonomi kerakyatan. Sebab, ekonomi kerakyatan merupakan senjata untuk memotong dominasi kapitalis dan neolib. Dominasi tersebut nyata terjadi di lapangan.

“Lihatlah persaingan pasar bebas ala modernis sudah sampai ke kecamatan-kecamatan. Bahkan sudah menerobos ke desa-desa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia lalu mengajak untuk sama-sama membangun kesadaran berekonomi. Tujuannya, kata dia, agar ke depan bisa bersaing dengan dominasi-dominasi dari luar maupun di dalam.

“Ini hitungan rasional dan berjangka panjang. Lebih baik kita mengambil langka preventif untuk mencegah ketimbang kita akan terus di jajah dengan soft colonialism,” sebutnya.

Ia menambahkan, ketika dirinya selalu mendengungkan ekonomi kerakyatan hampir di semua diskusi, bukan berarti ia sedang kampanye. Akan tetapi, jelasnya, itu lahir atas kesadaran untuk memberikan pemahaman dan memaparkan kekuatan ekonomi kerakyatan itu sendiri.

“Hanya memang ekonomi kerakyatan ini sudah menjadi konsepsi awal untuk kami NH-Aziz. Insya Allah kami akan menerapkannya di Sulsel jika kelak kami dipercaya memimpin Sulsel,” ujarnya.

“Sekali lagi, ini bukan kampanye karena saya tahu bahwa semua aktifis KAHMI akan memilih seniornya nanti,” canda Aziz menutup pembicaraan.

(harmoen/pojoksulsel)



loading...

Feeds

mudik, jalan rusak, jalur trans sulawesi rusak, trans sulawesi rusak, mudik jalan rusak, jalan rusak ke palopo, mudik 2017

Mudik yang Mengecewakan

SEMINGGU sebelum Lebaran, saya membayangkan jalur mudik trans Sulawesi mulus. Paling tidak tidak ada hambatan berarti. Saya membayangkan, jalur ini …