Jelang Pilkada, PKS Luwu Lakukan Penjaringan Internal

PKS

PKS

POJOKSULSEL.com, LUWU – Untuk menjaring bakal calon kepala daerah dari internal maupun eksternal partai yang nantinya akan diusung pada Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel 2018 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Luwu menggelar Pemilihan Raya (Pemira) internal PKS pada tanggal 11-15 Mei 2017.

Khusus untuk Kecamatan Ponrang, Pemira akan digelar pada Sabtu (13/5), dan dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.00 Wita.

Humas DPD PKS Luwu, Muksin Sahid mengatakan, nantinya hasil Pemira Luwu tersebut akan dibawa ke DPW PKS Sulsel untuk kemudian ditetapkan dalam usungan agenda Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel.

“Peserta Pemira itu terdiri dari ‌seluruh pengurus DPD, anggota legislatif, utusan DPC PKS se-Kabupaten Luwu (ketua, sekretaris dan bendahara), dan seluruh ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS se-Kabupaten Luwu,” terang Muksin, Jumat (12/5/2017).

Ia mengungkapkan, untuk kandidat Pilkada Luwu, internal PKS Luwu telah menyiapkan 4 orang kader internal dan 6 orang dari kader eksternal.

“Dari kader internal itu, ada Amru Saher (Wabup Luwu saat ini) , Nasrullah (Ketua DPD PKS Luwu), A. Jahida Ilyas (Anggota DPRD Provinsi Sulsel), dan Lukman Khalid.
Sementara untuk figur eksternal, semua kandidat yang muncul saat ini dan telah menjalin komunikasi serta merawat silaturrahim dengan seluruh struktur DPD, DPC, DPRa dan kader, serta anggota legislatif PKS Luwu dimanapun berada,”
ungkapnya.

Sementara untuk Pilgub, lanjut Muksin, sejauh ini pihaknya menyiapkan 3 kader internal, dan juga sejumlah nama dari eksternal PKS.

“Kalau untuk kandidat Pilgub, dari eksternal itu muncul nama Andi Mudzakkar (Cakka), Agus Arifin Nu’mang (AAN) , Bro Rivai, Ichsan Yasin Limpo (IYL), Nurdin Abdullah (NA), Nurdin Khalid (NH), Rusdi Masse (RMS), dan beberapa figur lainnya,” bebernya.

(rls/muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

opini, Andi Fajar Asti, opini Andi Fajar Asti, opini plagiat, plagiat, rektor unj dipecat, rektor unj lagiat

Pesan untuk Pak Menteri

PEMECATAN Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menuai polemik. Betapa tidak, dibalik prestasi kepemimpinan Prof. Djaali selaku rektor UNJ berbagai isu …