Gubernur Syahrul YL Minta Tenaga Medis Utamakan Preventif Kesehatan

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menghadiri Sarasehan Nasional dan Indomedica Expo 2017 sebagai rangkaian hari bakti dokter nasional ke-109 di Hotel Clarion Makassar, Jumat (12/05/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menghadiri Sarasehan Nasional dan Indomedica Expo 2017 sebagai rangkaian hari bakti dokter nasional ke-109 di Hotel Clarion Makassar, Jumat (12/05/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya peranan tenaga medis dan paramedis, melakukan preventif kesehatan terhadap masyarakat

Menurut Gubernur Syahrul YL, upaya pencegahan kesehatan mayarakat mesti menjadi perhatian khusus oleh tenaga medis dan paramedis.

Karena itu, Ikatan Doktet Indonesia (IDI) sdbagai wadah berkumpulnya para dokter mesti membangun persepsi, visi dan kesatuan emosional dalam mengupayakan pendampingan preventif kesehatan di masyarakat.

“Rakyat kita yang 250 juta itu pasti saja membutuhkan penanganan kesehatan,” kata Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Sarasehan Nasional dan Indomedica Expo 2017 sebagai rangkaian hari bakti dokter nasional ke-109 di Hotel Clarion Makassar, Jumat (12/05/2017).

Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pentinganya upaya preventif kesehatan di masyarakat, untuk meminimalisir angka pasien yang dirawat di Rumah Sakit (RS).

Upaya preventif, kata Syahrul YL, adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Misalnya, asupan makanan seimbang dan banyak mengonsumsi ikan, banyak berolahraga, dan berbagai upaya hidup sehat lainnya.

“Dengan begitu, bisa mengurangi beban kesehatan yang ada. Yang mestinya nda udah flu, nda usah makan obat. Akhirnya kan, kalau 250 juta orang diajarkan begitu, minimal obat-obat bisa tidak keluar lagi,” kata Syahrul YL.

Selain itu, Syahrul Yasin Limpo mengimbau diterapkannya pelayanan kesehatan maksimal di tingkat dasar. Seperti pelayanan BPJS harus lebih baik. Sehingga pelayanan tidak lagi saling menyalahkan, maupun saling menuntut terkait pelatanan kesehatan.

Begitu juga pada pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS), yang harus mengutamakan layanan kesehatan daripada industri. Selanjutnya, pola komunikasi antara IDI, pemerintah dan kelompok-kelompok kesehatan.

“Dan saya berharap serasehan ini, menghadirkan sebuah rekomendasi, kesamaan persepsi, kesamaan konsepsi, khususnya IDI dalam mendorong itu,” ungkap Syahrul YL.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds