Guru TK Diminta Terapkan Pendidikan Stimulus Panca Indra Terhadap Anak

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Abd Wahid Thahir

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Abd Wahid Thahir

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Sulsel) Abd Wahid Thahir mengungkapkan, penggunaan sarana yang bisa menstimulasi pancaindera merupakan salah satu metode pembelajaran terbaik, bagi peserta didik Raudhatul Athfal (RA) atau taman kanak-kanak (TK).

Menurutnya, pada usia anak-anak, sebagian besar ilmu atau pengetahuan ditangkap dan diserap melalui tekhnis meniru. Karena itu, para pendidik di RA harus memahami metode pembelajaran mengaktifkan pancaindera anak, dan bisa menyesuaikan dengan situasi psikologis anak didiknya.

Abd Wahid Thahir mengatakan Kepala RA dan guru harus memiliki keyakinan, dan kemampuan untuk bersaing dengan lembaga pendidikan setingkatnya. Ia pun meminta para guru percaya diri untuk mengeksplorasi prestasinya.

Begitu juga dengan prestasi anak didik yang bisa melahirkan output yang membanggakan bagi orang tua dan masyarakat. Sebab capaian pendidikan di RA akan menjadi prestasi bagi Kementerian Agama di masyarakat.

“Jangan lupa selalu banyak berkoordinasi, bersinergi, dengan seluruh stake holder setempat,” kata Abd Wahid Thahir saat menghadiri sosialisasi kurikulum RA dan pendampingan implementasi K-13 bagi guru dan pengawas se-Sulsel, di hotel M Regency Makassar.

Abd Wahid Thahir menyebutkan ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) tahun 2017 di Sulsel, menorehkan prestasi tertinggi dan menggembirakan, yakni nilai rata-rata siswa madrasah di atas sembilan.

“Belum lagi UNBK juga informasi terakhir untuk sulsel masuk dalam 6 besar se Indonesia,” kata Abd Wahid Tahir.

Prestasi ini, katanya, mesti menjadi kebanggan semua pihak di madrasah dan Kementerian Agama. Sekaligus ini menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan prestasi dan kualitas di masa mendatang.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds