Radar Sukabumi Minta Maaf

Ilustrasi massa Hizbur Tahrir Indonesia (HTI). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

Ilustrasi massa Hizbur Tahrir Indonesia (HTI). FOTO: MIFTAHULHAYAT/dok.JAWA POS

POJOKSULSEL.com – Pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap bertentangan dengan dasar negara, yakni Pancasila dan UUD 1945.

Pembubaran HTI diumumkan oleh Menko Polhukam Wiranto di kantornya, Senin (8/5/2017) kemarin.

 

Dalam edisi Selasa (9/5/2017) hari ini, koran Radar Sukabumi menampilkan karikatur yang ramai diperbincangkan netizen, karena dianggap tendensius.

Radar Sukabumi pun akhirnya meminta maaf atas pemuatan karikatur tersebut.

Berikut permohonan maaf Radar Sukabumi:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami dengan tulus memohon maaf atas pemuatan ilustrasi di Harian Radar Sukabumi pada halaman 1 edisi Selasa 9 Mei 2017.

Dapat kami jelaskan bahwa ilustrasi tersebut dibuat berdasarkan fakta jurnalistik atas peristiwa rencana pemerintah membubarkan HTI pada Senin 8 Mei 2017.

Jadi ini semata-mata menuangkan fakta dalam bentuk ilustrasi dan tidak ada maksud selain itu.

Bila ilustrasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca, sekali lagi kami memohon maaf.

Hal ini dapat menjadi koreksi bagi kami untuk lebih cermat lagi dalam bekerja sebagai jurnalis.

TTD

Y. Awaluddin
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab

(pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, setnov ditahan, setya novanto ditahan

Tim Dokter: Setya Novanto Sehat

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan, tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto yang sudah sejak Jumat (17/11) …