SADIS! Bendahara Perbakin Sulsel Diperkosa Bergiliran Usai Dibunuh

Kamir (30), tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan Bendahara perbakin Sulsel Suraeda pada 2012 lalu, saat menjalani perawatan di RSUD Takalar, Minggu (7/5/2017).

Kamir (30), tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan Bendahara perbakin Sulsel Suraeda pada 2012 lalu, saat menjalani perawatan di RSUD Takalar, Minggu (7/5/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pengakuan mengejutkan dilontarkan Kamir alias Kamiri alias Abi bin Dg Nyau (30), tersangka pembunuh dan pemerkosa Bendara Perbakin Sulsel Suraeda. Ternyata pelaku memperkosa Suraeda secara bergiliran oleh 3 pelaku dalam kondisi sudah menjadi mayat.

Suraedah diperkosa dalam mobil usai dibunuh oleh 3 pelaku secara bergiliran. Sadis!

 

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis Bendahara Perbakin Sulsel Suraedah terjadi pada 2012 atau 5 tahun lalu. Saat itu, mayat Suraeda ditemukan mengambang di dekat pelelangan ikan Kabupaten Jeneponto.

Setelah 5 tahun buron, polisi dari Timsus Polda Sulsel melacak keberadaan Kamir. Polisi mendapat informasi jika Kamir berada di RSUD Takalar. kamir dirawat usai kecelakaan.

Polisi pun langsung bergerak dan menangkap Kamir, Minggu (7/5/2017) sekitar pukul 23.45 Wita. Hasil interogasi, Kamir mengakui perbuatan bejatnya.

Dalam pengakuannya, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Bendahara Perbakin Sulsel dilakukan bersama 2 orang temannya.

Penangkapan Kamir berdasarkan Laporan Polisi No.Pol : LP/60/II/2012/ SPKT , Tanggal 08 Februari 2012 dan DPO No.Pol : DPO/02/III/2012/ Ditreskrimum, Tanggal 06 Maret 2012.

Pengakuan Kamir, yang merupakan warga Desa Bontomanai, Dusun Bontobila, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulsel, sungguh mengejutkan.

Dia mengakui berperan dalam kasus pembunuhan sadis Bendahara Perbakin Sulsel Suraeda pada 2012. Dia mengakui melakukan pencurian atau perampasan harta korban.

Dia juga mengaku membunuh dan memperkosa Suraeda yang sudah dalam kondisi meninggal. Pengakuan Kamir, Bendahara Perbakin Sulsel Suraeda diperkosa secara bergilir dilakukan di atas mobil angkutan umum.

Korban Bendahara Perbakin Sulsel Suraeda juga merupakan atlet menembak Sulsel.

Lanjut pengakuan Kamir, setelah tersangka melakukan pembunuhan, pencurian serta pemerkosaan terhadap korban secara bergilir, dalam perjalanan ketiga tersangka memutar balik mobil yang dikendarainya dari Kabupaten Barru menuju Kabupaten Jeneponto.

Dia kemudian membuang mayat korban di laut untuk menghilangkan jejak. Namun, setelah korban dibuang ke laut, beberapa hari kemudian korban ditemukan oleh masyarakat mengambang di pelelangan ikan Kabupaten Jeneponto.

(arjun/pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, setnov ditahan, setya novanto ditahan

Tim Dokter: Setya Novanto Sehat

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan, tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto yang sudah sejak Jumat (17/11) …