Pengacara Ini Ternyata Pernah Temui Setnov Soal Kasus E-KTP, tapi…

Ilustrasi

Ilustrasi

PENGACARA kondang Hotma Sitompul mengaku pernah menemui Setya Novanto sekitar tahun 2011. Tujuan Hotma menemui Novanto yang saat itu menjadi ketua Fraksi Partai Golkar DPR adalah untuk menanyakan masalah dalam proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hotma menyampaikan hal itu saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan korupsi perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/5). Menurut Hotma, saat itu dirinya menjadi kuasa hukum pengusaha Paulus Tanos yang menjadi salah satu anggota konsorsium kontraktor e-KTP.

“Pernah bertemu untuk menanyakan. Dan dia (Setnov, red) bilang dia enggak tahu apa-apa,” kata Hotma di hadapan majelis hakim.

Hotma menjelaskan, Paulus memiliki masalah terkait pengadaan chip e-KTP. Karena itu, dia menemui Setnov untuk menanyakan masalah yang dihadapi Paulus.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irene Putri lantas membaca berita acara pemeriksaan (BAP) untuk mendalami posisi Novanto dalam proyek e-KTP. BAP itu merupakan hasil pemeriksaan atas Hotma saat menjadi saksi pada proses penyidikan di KPK.

Dalam BAP itu, Setnov disebut sebagai pemegang proyek e-KTP. Menurut JPU, Hotma bersama stafnya, Mario Cornelio Bernardo menemui Novanto untuk menanyakan penyebab chip yang disediakan perusahaan Paulus Tanos tidak bisa digunakan oleh konsorsium e-KTP.

“Saya diberitahu Paulus Tanos bahwa Setya Novanto adalah pemegang proyek e-KTP. Tapi Setya Novanto tidak mengaku tahu dan tidak ikut proyek e-KTP. Betul?” tanya Jaksa Irene mengutip BAP.

Hotma pun tak menampik. “Betul,” jawab Hotma.

Dalam perkara ini, Setnov diduga sebagai pihak yang mendorong DPR periode 2009-2014 agar meloloskan anggaran proyek e-KTP. Setnov yang kala itu menjadi bendahara umum Partai Golkar disebut menerima jatah tujuh persen dari total nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun.

(put/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds