Bupati Indah Sesalkan Tak Ada Petani Lutra yang Berani Berdialog dengan Jokowi

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani

MASIH petani bernama Abdul yang nekat menerobos pengamanan Paspampres guna berdialog dan berfoto dengan Presiden Jokowi saat Pembukaan PENAS XV Aceh kemarin?

Rupanya aksi petani kakao asal Sulawesi Selatan yang sempat menjadi viral di media sosial itu masih membekas di benak Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

“Kemarin waktu pembukaan, saya sempat kecil hati bela, kenapa tidak ada yang lari juga ke atas panggung untuk berdialog dengan Presiden Jokowi. Padahal banyak loh yang bisa kita ceritakan kepada beliau, salah satunya kita bisa perkenalkan kakao MCC02,” ujar Bupati Indah saat bersilaturahmi dengan para Peserta PENAS, Minggu (7/5), di Dusun Keuchik Nain Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Apa yang disampaikan Indah rupanya direspon dengan senyum dan tawa kecil oleh peserta yang hadir. Bahkan terdengar suara yang mengatakan bahwa sebenarnya petani Lutra masih malu-malu dan belum berani berdiri di samping Presiden.

“Sebenarnya bu, kami ingin sekali, tapi masih malu-malu, tidak berani berdiri di samping bapak Jokowi,” ujar sumber suara yang datangnya dari arah depan Bupati. Mendengar suara itu, sontak yang lain tertawa, termasuk Bupati.

Seperti diketahui bahwa saat pembukaan PENAS kemarin, Jokowi membagi-bagikan enam unit sepeda, masing-masing tiga untuk petani jagung dan sisanya untuk petani kakao.

Sebuah kejadian menghebohkan, sekaligus lucu dan unik, terjadi di momen bagi-bagi sepeda itu. Seorang petani asal Sulsel ngotot ingin berdialog dan berfoto dengan Jokowi, tapi aksinya dihalang-halangi Paspampres karena Jokowi hanya membatasi tiga petani saja yang berhak naik berdialog dengannya, sehingga terjadilah saling tarik dan saling dorong antara Paspampres dan petani tersebut.

Jelas sekali Jokowi melihat kejadian itu. Dengan ketenangannya, Jokowi pun mempersilakan sang petani naik menemuinya. “Ya, sudah, sini naik,” ujar Presiden.

Maka naiknya si petani ini. Saat di atas panggung, Jokowi menanyakan kenapa petani ngotot ingin naik. Dengan lugunya si petani menjawab, “karena saya ingin menjalankan sila ke-5, kemanusiaan yang adil dan beradab,” Jawaban itu pun menjadi sumber meledaknya tertawa seisi Stadion Harapan Bangsa, termasuk Jokowi sendiri. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds