Tiga Bupati Luwu Raya Kompak di Pembukaan PENAS XV di Banda Aceh

Tampak 3 bupati asal Luwu Raya, masing-masing (kiri-kanan) Bupati Lutim Muhammad Thoriq Husler, Bupati Luwu Andi Mudzakkar, dan  Bupati Lutra Indah Putri Indriani, saat menghadiri Pembukaan Penas KTNA di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Sabtu (6/5/2017). | DOK. HUMAS DAN PROTOKOLER PEMKAB LUTRA

Tampak 3 bupati asal Luwu Raya, masing-masing (kiri-kanan) Bupati Lutim Muhammad Thoriq Husler, Bupati Luwu Andi Mudzakkar, dan Bupati Lutra Indah Putri Indriani, saat menghadiri Pembukaan Penas KTNA di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Sabtu (6/5/2017). | DOK. HUMAS DAN PROTOKOLER PEMKAB LUTRA

TIGA kepala daerah di Luwu Raya, masing-masing Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Andi Mudzakkar, dan Bupati Luwu Timur (Lutim) Muhammad Thoriq Husler, terlihat kompak di acara Pembukaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Sabtu (6/5/2017).

Ketiganya memakai batik berwarna putih kombinasi warna abu-abu yang dihiasi gambar miniatur kapal pinisi. Ketiganya terlihat kompak dan duduk berdampingan di VIP B2. Sesekali ketiganya tersenyum, sesekali pula tertawa. Nampak jelas mereka menikmati setiap atraksi tari-tarian khas Aceh yang ditampilkan para penari.

Saat master of ceremony mengabarkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak lama lagi tiba, ketiga bupati tersebut, oleh panitia diarahkan menempati VIP B1.

Ketiganya pun kompak meninggalkan VIP B2 menuju VIP B1. Menariknya, urutan duduknya pun hampir sama saat di VIP B2, Bupati Indah dan Bupati Husler, mengapit Bupati Mudzakkar yang ada di tengah. Sebuah pemandangan yang melambangkan harmonisasi dari ketiga Bupati tersebut.

Sementara itu, saat Presiden Jokowi tiba di atas panggung, jutaan pasang mata langsung tertuju pada sosok yang sangat familiar. Mata kamera dari para pencari berita pun menatap satu sosok berkemeja putih yang tak lain adalah Presiden Jokowi. Tak ada satu pun suara yang terdengar saat Jokowi melangkah menuju mimbar.

Semua langsung mengamati Presiden. Namun suasana menjadi cair dan pecah saat Jokowi mulai mengalir berbicara. Maklum seperti biasa, Jokowi tampil dengan guyonan-guyonannya.

Di awal sambutannya, Jokowi langsung menerima applaus yang sangat meriah. “Saya senang hadir di sini, saya memang sangat menunggu untuk datang di acara ini, supaya bisa bertemu dengan bapak/ibu para petani sekalian,” ujar Jokowi di awal sambutannya.

Lalu kemudian Jokowi melanjutkan. “Jika bapak ibu tidak ada, kita mau makan apa. Kalau tidak ada nelayan yang bekerja keras, kita mau makan ikan apa. Makanya itu, kita semua harus sayang kepada petani dan sayang kepada nelayan,” terang Jokowi mengemukakan alasannya kenapa dirinya tidak sabar ingin hadir di Penas kali ini.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu juga membagi-bagikan enam unit sepeda kepada tiga petani jagung dan tiga petani kakao yang ditunjuk untuk naik di atas panggung dan berdialog dengan mereka. Ada kejadian unik nan lucu yang membuat Jokowi tertawa lepas.

Seorang petani kakao asal Sulsel ngotot ingin naik ke panggung, meski dilarang pihak pengamanan karena Jokowi cuma memberi kesempatan kepada tiga petani kakao untuk naik.

Melihat kejadian itu, Jokowi pun mempersilakan petani itu naik. Saat ditanya, apa alasannya ngotot ingin naik. Petani itu menjawab, karena dirinya ingin mengamalkan sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Mendengar itu, sontak seisi stadion tertawa, termasuk Presiden Jokowi. Rupanya si petani ingin keadilan, karena saat petani lainnya di sesi pertama dia melihat ada petani juga ngotot meski dilarang, tapi Presiden mempersilakan naik dan berdialog dengan Presiden. Ada-ada saja cara yang dilakukan agar bisa berdialog langsung dengan Jokowi dan tentu saja berfoto bersama.

Rilis:

Humas dan Protokoler Pemkab Luwu Utara

(Lukman Hamarong)



loading...

Feeds