Kasus Novel, Konflik Institusi atau Pribadi?

Novel Baswedan

Novel Baswedan

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan aparat kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Tito Karnavian mengaku, polisi tengah memetakan pihak-pihak yang potensial melukai penyidik KPK itu.

 

Konflik institusi dan pribadi Novel ditelusuri Mantan kepala Densus 88 Antiteror Polri tersebut menjelaskan, penyidik telah bergerak dari tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengumpulkan barang bukti, CCTV, keterangan saksi, dan se­bagainya. “Melihat motif yang bisa membuat pihak tertentu potensial tidak suka terhadap korban,” ujarnya kemarin (6/5/2017).

Tentu ketidaksukaan pihak tertentu itu bisa berhubungan dengan masalah pekerjaan atau institusi. Bisa juga justru karena masalah pribadi. “Semua kita dalami, kami petakan,” ucapnya.

Kalau berhubungan dengan institusi, tentu tujuannya ialah memengaruhi suatu proses hukum. “Soal masalah pribadi itu di sejumlah media juga sempat disebutkan,” ujarnya.

Untuk mengetahuinya, dibutuhkan keterangan dari Novel. Tim Polda Metro Jaya yang didukung Mabes Polri kemarin terbang ke Singapura untuk bertemu dengan Novel. “Kita tanyakan ke Novel siapa yang punya potensi memiliki konflik dengannya. Novel inilah saksi terpenting,” kata Tito. Dia berharap Novel bisa mengingat wajah atau kendaraan pelaku. Dengan demikian, pendalaman kasus bisa dilakukan. “Bertemu dia untuk menggali itu semua,” imbuhnya.

Meski begitu, ungkap Tito, kondisi kasus tersebut memang belum terarah. Pasalnya, faktor keberuntungan sangat menentukan dalam penanganan kasus semacam itu. “Ini kasus yang tersangkanya tidak diketahui. Faktor keberuntungan menentukan,” tuturnya.

Menurut Tito, penyidik tetap terus mempelajari semua barang bukti yang telah didapatkan, misalnya CCTV. “Semua berjalan, dari tim informasi dan teknologi juga proses,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kondisi Novel Baswedan terus membaik sampai kemarin. Bah­kan, penyidik andalan KPK tersebut sempat berdiskusi dengan tim KPK yang mendampinginya di rumah sakit di Singapura. Diskusi itu terkait dengan isu pemberantasan korupsi, terutama soal hak angket DPR.

Dalam diskusi tersebut, Novel berharap sejumlah pihak konsisten mendukung komitmen pemberantasan korupsi. Harapan itu dikhususkan bagi anggota DPR yang terkait langsung dengan hak angket tentang KPK. “Novel berharap sejumlah pihak yang masih punya nurani dan komitmen pemberantasan korupsi di DPR bisa secara konsisten menolak hak angket tersebut,” ujar Febri menyampaikan pesan Novel.

Hal tersebut dilakukan demi keberlangsungan penanganan tindak pidana korupsi yang tengah dilakukan KPK saat ini. Terutama kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang sedang gencar-gencarnya diusut komisi antirasuah itu. “Ke depan, kami bisa lebih serius dan lebih fokus terhadap penanganan kasus korupsi dan penguatan-penguatan yang dilakukan lainnya.”

(JPG)



loading...

Feeds

Ini Rute JAGO Jilid Dua Partai Golkar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Panitia Jalan Sehat Partai Golkar (JAGO) jilid dua Kota Makassar, Sulawesi Selatan sudah menyiapkan rute kegiatan yang …
kesehatan, bahaya obesitas, bahaya kegemukan, penyakit obesitas, obesitas, penyebab obesitas, penyebab kegemukan

Ini 4 Tanda Tubuh Anda Kurang Serat

POJOKSULSEL.com – Memenuhi kebutuhan serat sehari-hari merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap prima. Sebab, kurang serat merupakan …