Jenderal Gatot Bantah Ada Tindak Makar, Anggota DPR Membela

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

PERNYATAAN Ketua Setara Institute, Hendardi mendapat kecaman keras dari sejumlah pihak. Salah satunya mantan Anggota Komisi III DPR, Djoko Edhi Abdurrahman.

Menurut Djoko, penilaian Hendardi yang menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo offside karena membantah isu makar, sangat tidak relevan.

“Hendardi minta Presiden Jokowi mencopot Panglima TNI karena wawancaranya dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV. Mana berani? Sebab, untuk protes saja menggunakan Hendardi yang dikenal orangnya Kapolri Tito Karnavian,” kata Djoko Edhi melalui pesan elektronik, Sabtu (6/5/2017).

Dia pun menilai Hendardi mengada-ada, bahkan bersikap seolah tidak pernah menjadi praktisi hukum. Namun, kata dia, berbeda jika Hendardi sedang bertindak selaku kuasa hukum yang boleh menyatakan apa saja untuk membela klien atau membela yang bayar.

“Kalau jadi pengamat, berada di wilayah publik. Tidak bisa dipakai jargon membela Tito Karnavian andai pun dibayar. Mana kasus makar itu? Pelajari lagi deh. Agar tak bikin malu para juniormu,” kata Djoko Edhi.

Ditegaskan Djoko Edhi, pernyataan Panglima TNI sudah tepat membantah adanya makar. Sebab, tidak ada makar pakai mulut.

“Sing boten-boten wae. Zaman Soeharto pun tak ada makar pakai mulut. Sudah benar dong pernyataan Gatot Nurmantyo. Tak ada makar itu,” pungkas dia.

(ipk/rmol/mam/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds