Duh.. 30 Hekatare Tanaman Padi Siap Panen di Luwu Dihancurkan, Ini Penyebabnya

Pengusuran areal persawahan seluas 30 hektare yang merupakan tanah hibah Pemerintah Kabupaten Luwu untuk Yayasan milik Universitas Andi Djemma, yang selama ini didiami dan digunakan warga tanam padi akhirnya dieksekusi, Kamis (4/5/2017) kemarin. | POJOKSULSEL - BAYU

Pengusuran areal persawahan seluas 30 hektare yang merupakan tanah hibah Pemerintah Kabupaten Luwu untuk Yayasan milik Universitas Andi Djemma, yang selama ini didiami dan digunakan warga tanam padi akhirnya dieksekusi, Kamis (4/5/2017) kemarin. | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSULSEL.com, LUWU – Pengusuran areal persawahan seluas 30 hektare yang merupakan tanah hibah Pemerintah Kabupaten Luwu untuk Universitas Andi Djemma yang selama ini didiami dan digunakan warga tanam padi akhirnya dieksekusi, Kamis (4/5/2017) kemarin. Padi siap panen tersebut dibongkar menggunakan alat berat.

Sejumlah warga yang tak rela areal persawahannya masuk pengusuran tak mampu berbuat banyak dan hanya pasrah menyaksikan padi yang selama ini dikelolah harus dibongkar akibat dari pengosongan lahan yang dilakukan oleh pihak pengadilan yang dibantu aparat gabungan Polres Luwu dan TNI serta Satpol PP Luwu.

 

Beberapa kalangan mengecam dan menyesalkan tindakan pengosongan lahan yang tidak mengedepankan asal kemanusiaan dan moral terhadap areal persawahan padi milik warga yang siap panen. Seharus pihak pemerintah dan aparat menunggu hingga panen padi warga selesai jika memang harus di eksekusi.

Para petani berusaha mempertahankan sawah dengan berdiri membentuk pagar betis dan berbaring di sawah yang ditumbuhi padi siap panen. Bukan hanya bapak-bapak dan ibu-ibu, beberapa anak usia di bawah umur ikut membentuk pagar betir.

Mereka berusaha mempertahankan sawah mereka meski aparat terus mendesak dan mengancam akan menangkap jika terus melanjutkan aksi. Karena tidak mendengarkan instruksi, petugas yang dipimpin Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalel, mengambil tindakan tegas dan upaya paksa mengeluarkan warga dari area persawahan yang akan dikosongkan menggunakan eskavator.

Petugas yang terdiri dari Satuan Polres Luwu dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu personel TNI mengangkat dan menyeret para petani keluar dari sawah. Para petani ini dimasukkan ke mobil dalmas milik Polres Luwu.

Para petani dan keluarganya pun berteriak dan menagis histeris. Beberapa warga yang hadir menyaksikan upaya pengosongan lahan oleh pihak Universitas Andi Djemma (Unanda), juga terlihat meneteskan air mata.

“Tolong Pak, tunggu sampai kami panen. Berbulan-bulan kami memelihara padi kami ini, tidak lama lagi panen, kami minta kebijakan bapak-bapak,” teriak sejumlah ibu-ibu saat digiring ke mobil dalmas.

Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele menagatakan, dalam pengosongan lahan tersebut, pihaknya tidak lagi mempertimbangkan negosiasi dengan warga.

”Pemerintah sudah memberikan waktu kepada warga, namun tidak diindahkan. Yang jelas kami berada disini karena kami hanya melaksanakan sesuai aturan,” katanya.

Ia juga membenarkan adanya penahanan 20 warga yang melakukan perlawanan. Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, pihak aparat gabungan dari Polres Luwu, Satpol PP serta TNI bakal menjaga lokasi selama tiga hari pasca eksekusi.

“Kita tidak ingin ada keributan berlanjut setelah eksekusi ini,” pungkasnya.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Victor Igbonefo psm makassar

PSM Makassar Incar Victor Igbonefo

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- PSM Makassar memulai memanaskan perburuan pemain menghadapi Liga musim 2018. Selain mencari striker berpaspor Asia, tim berjuluk Ayam …
deklarasi danny-indira

Ada Obama di Deklarasi Danny-Indira

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bahar Ngitung (Obama) yang baru saja dilantik sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Gubernur Sulsel 2018, …