Wahai DPR, Jangan Intervensi Kerja KPK

Taufiequrachman Ruki.. Foto: JPNN

Taufiequrachman Ruki.. Foto: JPNN

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki angkat bicara terkait pengajuan hak angket terhadap penegakan hukum yang dilakukan komisi antirasuah.

“Bahwa penegakan hukum harus transparan, ya. Tetapi intervensi politik (DPR), intervensi dalam bentuk apa pun kepada penegakan hukum itu harus dihindarkan,” kata Ruki di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Hak angket telah diketok DPR untuk menanyakan sejumlah hal kepada KPK. Termasuk, soal dugaan adanya ancaman yang diterima Politikus Hanura Miryam S Haryani dari sejumlah anggota komisi III DPR.

Proses selanjutnya dalam hak angket ini adalah pembentukan panitia khusus.

Menurut Ruki, penolakan terhadap penggunaan hak angket ke KPK bukan berarti KPK tidak boleh diawasi. Namun, pengawasan tidak semestinya dengan pengajuan hak angket. “Tidak berarti KPK tidak boleh diawasi. Perlu dilakukan pengawasan agar tidak terjadi abuse of power yang dimiliki oleh KPK. Itu sikap saya mengenai hak angket,” ujarnya.

Ruki menyadari kekuatan KPK yang paling besar dalam memberantas korupsi adalah masyarakat. Sejak awal berdirinya KPK, masyarakat selalu memberikan dukungan secara langsung ketika KPK itu diterpa upaya pelemahan.

“Jujur sandaran KPK yang paling besar adalah rakyat yang sangat peduli kepada pemberantasan korupsi. Kami para alumni adalah bagian dari masyarakat itu, bagian dari publik yang sangat peduli,” kata Ruki.

Sementara itu, mantan Pimpinan KPK lainnya Johan Budi SP menjelaskan, pertemuan singkat yang dilakukan antara pimpinan dan alumni KPK, untuk membicarakan masalah terkini yang sedang terjadi.

Pertemuan rutin ini, kata Johan, berawal dari obrolan antar pimpinan dan alumni KPK di sebuah grup WhatsApp. Pimpinan KPK mengajak berdiskusi menanggapi sejumlah hal yang berkembang belakangan ini.

“Semacam sharing,  apalagi pimpinan KPK, Pak Agus, Pak Saut dan Bu Basaria mengajak diskusi mengenai perkembangan persoalan-persoalan terkini maksud dan tujuannya tadi itu,” kata Johan.

(Put/jpg)



loading...

Feeds