KERAS! Pesan Menpan-RB kepada Bupati Husler

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menpan-RB Asman Abnur di HUT Luwu Timur.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menpan-RB Asman Abnur di HUT Luwu Timur.

POJOKSULSEL.com, MALILI – HUT ke 14 Luwu Timur yang terlaksana di lapangan City Center Malili, Kamis (4/5/17), dihadiri seluruh tamu undangan.

Di antaranya,Gubernur sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur.

Asman Abnu memberikan masukan kepada Bupati Luwu Timur Thoring Husler agar tidak segan melengser kepala kepala SKPD yang dinilai tidak mencapai target.

“Setiap tahun kita ukur kinerjanya, jika sudah kita ukur dan tidak mencapai prestasinya tersebut, maka pak Bupati saya sarankan jangan lagi ragu-ragu mengganti pejabat seperti ini, ganti saja walaupun dia tim sukses tidak apa apa,” ungkap Asman Abnu.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dipercaya oleh rakyat sebagai penyelenggara negara. Menurut Asman, harus mempunyai kapasitas dan kemampuan untuk memajukan daerah juga negara.

“Tidak boleh lagi ada ASN datang ke kantor hanya karna takut telak ikut Apel, setelah itu nyampai dikantor kerjanya tinggal nongkrong,ndak ada lagi ASN kayak gitu kedepanya,” ungkapnya.

Ia juga menargetkan kepada pemerintahan Luwu Timur untuk menyelesaikan tantangan jangka pendek, yang dimana harus meningkatkan nilai minimum tahun ini bisa mencapai nilai (B).

“Tinggal Komitmen para organisasi perangkat daerah (OPD), selain itu antara pejabat eselon II dan pejabat eselon III harus punya perjanijan kerja begitu pun dengan eselon IV juga punya perjanjian kerjanya dan setiap unit juga punya program kerja dan pertanggungjawaban masing-masing, setiap individu ASN punya distribusi dan kontribusi terhadap unit kerjanya,” ungkap Asman.

Selain itu, Asman juga mengatakan, apabila ada komitmen, dirinya yakin, sasaram pembangunan bisa lebih jelas dan ukuran kinerjanya juga jelas. Asman juga menekankan kepada seluruh ASN, jagan ada lagi masyarakat yang dipersulit dalam pengurusan.

“ASN itu bukan penguasa kita ini adalah pelayan masyarakat, maka dari itu saya wajibkan seluruh ASN harus punya jiwa kospitaliti, jiwa melayani, tidak boleh lagi ada melayani masyarakat dengan mempersulit, Kalau bisa dipermudah kanpa dipersulit, ndak ada lagi istilah itu,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan, dalam setiap tahun OPD tersebut, bisa melahirkan Inovasi, agar ada hal yang baru terbentuk dari masing – masing OPD.

“Harus ada sinergitas dengan OPD lain jangan kemukakan Ego, harus ada komukasi rutin dan harus saling mendukung sesama OPD,” ungkap Asman. (bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds