Begini NH-Aziz di Mata Anak Muda Asal Gowa Ini

HAM Nurdin Halid - Aziz Qahhar Mudzakkar

HAM Nurdin Halid - Aziz Qahhar Mudzakkar

POJOKSULSULSEL.com, MAKASSAR – Pemilihan Gubernur Sulsel masih tersisa setahun lagi, namun bursa kandidat sudah mulai mengerucut ke beberapa figur saja. Satu-satunya pasangan kandidat yang sudah terpublis, yakni pasangan Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar (NH0Aziz).

Bagaimana anak muda Sulsel melihat sosok pasangan ini? Yahya, warga Sungguminasa, Kabupaten Gowa, ternyata punya pandangan tersendiri terkait paslon ini. Yahya menilai, NH-Aziz memiliki tawaran konkret dalam memecahkan persoalan kemiskinan di Sulsel.

Melalui Gerakan Membangun Kampung, Yahya menilai sebagai strategi konkret untuk memajukan desa-desa yang ada di Sulsel. Sebab sebanyak 59,36% lebih dari 2000 lebih desa, tergolong desa tertinggal. Uniknya, desa maju hanya ada 28 desa. “Artinya ada 1.000 lebih desa di Sulsel tergolong miskin, ada yang tertinggal, dan ada desa berkembang. Tapi yang memiriskan desa maju hanya 28 desa,” ujar Yahya.

Selain karena program yang konkret, Yahya menilai kedua sosok ini punya terobosan dan inspiratif. “Saya lebih tertarik dengan ustaz Aziz, karena ia punya latar belakang pendidikan agama islam yang jelas, pendiri pesantren, dan ku pikir kalau dia dan pasangannya yang terpilih tentu itu punya pengaruh yang luar biasa terhadap cara orang menjalankan perintah agama,” jelas Alumni Sastra Inggris UMI itu, Makassar, Kamis (04/05).

Selanjutnya menurut Yahya, Pasangan NH dan AQM merupakan satu satunya pasangan yang punya tawaran konkrit yakni membangun Ekonomi berbasis kerakyatan.

lebih lanjut kata dia, Sulsel butuh pemimpin yang seperti ini, dengan bekal pengalaman NH di bidang Koperasi dan Aziz dibidang Agama, tentu pasangan yang luar biasa.

“Ekonomi kerakyatan itu memposisikan rakyat sebagai tumpuan utama kebijakan ekonomi, jadi dinamika pertumbuhan ekonomi berbasis pada kebutuhan masyarakat, khususnya, masyarakat miakin,” tuturnya.

Karenanya, kata Mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UMI ini, tidak ada tawaran lain yang lebih baik selain NH dan AQM, “Menurutku mereka memang pantas pimpin Sulsel,” ucap Yahya dengan sedikit Candaan.

(gunawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds