PSM Makassar Pincang Melawan Angkernya Stadion Marora

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts, memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (3/5/2017). IST

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts, memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (3/5/2017). IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – PSM Makassar dalam kondisi pincang saat melawan Perseru Serui, lanjutan laga Go-jek Traveloka Liga 1, di Stadion Marora, Serui, Kamis (4/5/2017).

Bukan perkara mudah mencuri poin di markas tim berjuluk Cendrawasih Jingga tersebut. Musim lalu, di Turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A Perseru menorehkan rekor kandang, bersih dari kekalahan.

Perseru Serui mampu mencatat 11 kemenangan dari total 13 kemenangan mereka di ajang TSC 2016. Hanya tiga tim yang bisa mencuri satu poin dari markas misterius Perseru di Stadion Marora yakni Sriwijaya, Persela dan Madura United.

Selain tiga tim tersebut, semua tim lain harus pulang dengan tangan hampa karena gagal meraih poin dari Stadion Gelora Marora.

Tak salah jika stadion yang terletak di Kabupaten Yapen, ini dijuluki stadion Angker bagi tim tamu.

Kunjungan terakhir PSM Makassar ke Markas Perseru, mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-0.

Kali ini, tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu berambisi mencuri poin. Kemenangan atas Persija Jakarta 1-0 menjadi modal penting bagi PSM Makassar.

Kendati demikian bukan hal mudah bagi PSM Makassar mewujudkan ambisi itu. Sebab, mereka datang dengan skuad yang tidak lengkap. Sejumlah pemain penting tidak ikut serta.

Termasuk, 3 bek reguler PSM Makassar, Hamka Hamzah dan Steven Paulle yang mengalami cedera, serta Zulkifli Syukur yang mendapat kartu merah pada pertandingan terakhir, melawan Persija Jakarta.

Tak hanya itu, Ferdinand Sinaga juga masih menjalani skorsing dari Komdis PSSI atas insiden pemukulan kepada pemain Persela Lamongan Ivan Carlos. Rasyid Bakri, Faturahman dan Syaiful juga absen.

Patih PSM Makassar Robert Rene Alberts mengakui tidak mudah bermain di Serui.
Apalagi, perjalanan yang ditempuh  cukup jauh sehingga menguras tenaga dan mental pemain.

“Tidak mudah menang dari Perseru, setelah kami melakukan perjalanan yang jauh, saya rasa itu juga yang dialami Perseru,” kata Robert.

“Kami memang tidak diperkuat bek tengah reguler kami pada pertandingan ini. Tapi kami berusaha untuk meraih kemenangan di sini,” ujar pelatih asal Belanda itu.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Indonesia Vs Vietnam: Laga Krusial

KALAU timnas Indonesia U-22 ingin lolos ke semifinal, kuncinya adalah memangangkan pertandingan Selasa malam ini (22/8). Tim berjuluk Garuda Muda …