Terima SP 1 dari Golkar, Yorrys Anggap Lucu-lucuan

Yorrys Raweyai. Dok JPNN

Yorrys Raweyai. Dok JPNN

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Ke‎amanan (Polhukam) DPP Golkar Yorrys Raweyai mendapat surat teguran dari partainya.

Partai Golkar mengeluarkan surat peringatan (SP) pertama untuk Yorrys Raweyai.

 

Yorrys menganggap, sanksi yang diberikan k‎epadanya adalah sekadar guyonan belaka.

Ini dikatakan Yorrys setelah mendapatkan sanksi peringatan tertulis pertama, lantaran ucapannya yang telah mencari dukungan untuk menyelenggarakan Munaslub, dan keyakinan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto akan menjadi tersangka dalam kasus e-KTP. “Ini menurut saya lucu-lucuan saja,” tegas Yorrys saat dihubungi, Selasa (2/5/2017).

Yorrys juga mengaku aneh kenapa hanya dirinya yang mendapatkan sanksi, sedangkan kader Partai Golkar Erwin Aksa, Titiek Soeharto dan ‎Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (Ical) tidak dijatuhi sanksi. Pasalnya mereka sudah jelas-jelas mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Padahal sudah diketahui Partai Golkar menyatakan dukungan ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. “Mana surat peringatan ke yang lain. Enggak ada kan,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Organisasi Keanggotaan dan Daerah Partai Golkar Freddy Latumahina mengatakan, Yorrys telah diberi surat peringatan tertulis pertama karena dianggap melanggar kesepakatan. Pasalnya dalam rapat partai berlogo pohon beringin beberapa waktu lalu sudah sepakat kader partai untuk menjalin kekompakan dan soliditas.‎ Mengingat banyak agenda politik ke depan seperti Pilkada 2018, Pileg 2019 dan Pilpres 2019.

Freedy mengaku, apabila Yorrys kembali melakukan peryataan kontroversi maka akan diberikan peringat tertulis kedua, setelah itu ketiga‎. “Jika masih mengulangi baru dijatuhi sanksi, misalkan sebagai pengurus diberhentikan, apabila melawan diberhentikan jadi keanggotaan,” katanya.

Karenanya, adanya surat peringatan pertama ini Yorrys harus segera memberikan klarifikasi atau hak jawab terhadap Ketua Um‎um Partai Golkar Setya Novanto dan juga pimpinan DPP. Sehingga partai bisa mendapat keterangan langsung dari Yorrys.

Sekadar informasi, 24 April, Ketua Koordinator Bidang Polhukam mengaku sudah memulai konsolidasi kepada Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, DPP, DPD dan ormas sayap Partai Golkar untuk menyelenggarakan Munaslub. Itu dilakukan untuk mengantikan Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, akibat terindikasi ikut terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Selain itu Yorrys juga memastikan Setya Novanto akan menjadi tersangka kasus e-KTP. Mengingat lembaga antirasywah itu telah melakukan pencekalan berpergian ke luar negeri terhadap Novanto.

(cr2/JPG)



loading...

Feeds