Robert Curiga, Wasit Bekerja di Bawah Tekanan

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts saat diwawancara wartawan, beberapa waktu lalu. | DOK. POJOKSULSEL

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts saat diwawancara wartawan, beberapa waktu lalu. | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts curiga dengan wasit yang bertugas di Liga 1, bekerja di bawah tekanan.

Menurut pelatih asal Belanda itu, wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu pada setiap pertandingan. Selain, itu ia menuding banyak keputusan kontroversial yang dikeluarakan wasit di lapangan.

“Saya sudah menjadi pelatih selama 40 tahun, saya tidak pernah melihat banyak sekali kartu di awal Liga. Kartu kining dan kartu merah,” kata Robert Rene Albert.

Hingga pekan ke-3 Liga 1, PSM Makassar sudah mengoleksi 13 kartu kuning dan 2 kartu merah.

Kartu tersebut didapat masing-masing saat laga perdan menghadapi Persela Lamongan, 16 April 2017. Pertandingan yang dipimpin wasit Kusni, berlangsung keras.

Hingga akhirnya wasit mengeluarkan 8 kartu kuning dan 2 kartu merah. Masing-masing untuk PSM, 4 kartu kuning dan 1 kartu merah. Sisanya untuk Persela.

Sementara, saat laga pekan ke-2 Liga 1, PSM Makassar melawan Mitra Kukar, di Stadion Aji Imbut Tenggarong Kalimantan Timur, 24 April 2017, dipimpin wasit Iwan Sukoco.

Pada laga yang berakhir imbang 1-1 itu, Iwan Sukoco mengeluarkan 5 kartu kuning. 4 untuk PSM Makassar dan 1 untuk tuan rumah.

Lalu, laga pekan ke-3 antara PSM Makassar Vs Persija Jakarta, 30 April 2017. Lagi-lagi hujan kartu mewarnai laga yang berhasil dimenangkan tuan rumah 1-0.

Duel klasik penuh gengsi PSM kontra Persija mengundang sorotan. Ketegangan di lapangan memancing emosi pemain. Wasit Thoriq Alkatiri terpaksa mengeluarkan sembilan kartu kuning dan dua kartu merah.

Untuk PSM Makassar, Thoriq  mengelurakan 5 kartu kuning dan satu karu merah. Sisanya dikeluarkan untuk Persija Jakarta.

Tidak hanya, pertandingan PSM Makassar yang diwarnai drama kartu kuning dan kartu merah. Pertandingan lain juga demikian.

Secara keseluruhan, berdasarkan catatan Liga 1, sudah 135 kartu kuning dan 7 kartu merah yang keluar dari seluruh pertandingan hingga pekan ke-3.

“Banyak sekali kartu di awal Liga, sepertinya wasit bekerja di bawah tekanan,” kata Robert.

Tak hanya itu, Robert juga menyoroti kinerja wasit yang bertugas di Liga 1. Pelatih 62 tahun ini sepertinya belum bisa menerima penalti yang diberikan kepada Mitra Kukar. Penalti dimenit akhir, yang membuat PSM harus puas berbagi poin dengan tuan rumah.

“Dua penalti yang harusnya kita dapat saat lawan Persija, dan itu sangat jelas. Sementara di Mitra Kukar itu abu-abu tapi mereka kasi penalti. Saya bingung dengan ini semua,” ungkap Robert.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds