Ini Alasan Paman Tebas Leher Ponakan Saat Bahas Warisan di Sinjai

Pelaku tega membunuh ponakannya sendiri. foto : fajar/jpg

Pelaku tega membunuh ponakannya sendiri. foto : fajar/jpg

POJOKSULSEL.com, SINJAI – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Tahir (40) warga Dusun Tombolo, Desa Sukamaju Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang membunuh keponakannya sendiri, Jafar (49) saat membahas harta warisan akhirnya terungkap.

Tahir yang sempat melahirkan diri berhasil ditangkap. Di hadapan polisi, dia membeberkan saat dirinya membunuh Jafar.

Awalnya, tersangka menasehati korban untuk tidak ikut campur dalam persoalan tanah warisan. Oleh karena, tanah tersebut merupakan wewenang Tahir bersama saudaranya. Namun, Jafar tetap bersikeras dan terus mengungkit tanah tersebut.

“De’na elo diatoro, na elo mui dimusyawarahkan, (tidak mau diatur, padahal kita mau musyawarahkan bersama keluarga),” katanya dalam bahasa Bugis.

Bahkan kata Tahir, korban terlebih dahulu mengancamnya dengan mengeluarkan parang miliknya. Akan tetapi, Tahir mendahuluinya dalam menebas leher korban. Setelah itu, tersangka melarikan diri dan bersembunyi di salah satu gua yang ada di Desa Sukamaju.

Kemudian, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan mengungkapkan, setelah tersangka melakukan aksinya, ia sempat mendatangi rumahnya dan memberikan uang kepada anaknya. Setelah itu, dia menyimpan parang yang digunakan kepada tetangga. Dan, melarikan diri ke gua untuk bersembunyi.

Kemudian, Kapolres Sinjai AKBP Agus Dwi Hermawan menuturkan, bahwa pelaku membunuh korban dengan motif sakit hati. Oleh karena Jafar telah dinasehati oleh pamannya sendiri, untuk tidak ikut campur dalam urusan tanah. Namun korban tetap ikut campur dan mengancam pelaku dengan parang.

Akan tetapi tersangka terlebih dahulu menebas leher korban. Saat ini, tersangka berada dalam tahanan Mapolres Sinjai. Pelaku terancam dikenakan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

(sir/fajar/jpg/nin/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …