Fam Trip, Cara Toraja Promosi Wisata ke Internasional

DMO didukung oleh Swisscontact Wisata dan bekerja sama dengan Pemerintah Tana Toraja, konferensi pers di kantor Pariwisata Sulsel, Jumat (21/4/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

DMO didukung oleh Swisscontact Wisata dan bekerja sama dengan Pemerintah Tana Toraja, konferensi pers di kantor Pariwisata Sulsel, Jumat (21/4/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Toraja Destination Management organization (DMO) didukung oleh Swisscontact Wisata dan bekerja sama dengan Pemerintah Tana Toraja, dan pelaku pariwisata setempat akan mengadakan Toraja Familiarization Trip (famtrip) bagi para operator tur dan media, pada 25-29 April mendatang.

Kegiatan ini akan diikuti oleh operator tur dari China, Inggris, Singapura dan melibatkan media nasional maupun internasional. Dari 100 perusahaan yang mendaftar, hanya 12 perusahaan yang memenuhi kualifikasi untuk ikut Fam Trip.

Komisi Pemasaran Toraja DMO Yohan Tangke Salu mengatakan, Fam Trip Toraja 2017 merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan potensi wisata Toraja, ke tingkat nasional dan internasional.

Menurut Yohan, Toraja sering terlibat dalam berbagai exibitor di tingkat internasional untuk memperkenalkan wisata Toraja. Dalam exibitor itu, pihaknya banyak bertemu dengan orang-orang yang punya kekuatan untuk mendatangkan wisatawan ke Toraja.

Untuk itu, Fam Trip ini sengaja digelar untuk menggambarkan kepada para operator tur, tentang keindahan wisata Toraja secara utuh.

“Toraja mesti keluar dari image menakutkan yang hanya sekedar ritual kematian. Dan menjelaskan bahwa Toraja ternyata memiliki alam yang kuat,” kata Yohan saat konferensi pers di kantor Pariwisata Sulsel, Jumat (21/4/2017).

Lanjut Yohan, Fam Trip ini merupakan tindak lanjut dari exibitor Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin, yang saat itu wisata Toraja telah diperkenalkan kepada operator tur.

Selain itu, Yohan berharap agar Fam Trip dapat menjawab kendala promosi wisata Toraja selama ini. Sehingga ke depan, akan lebih banyak paket tur yang ditawarkan ke Toraja.

Sebab, 12 operatur tur maupun media yang menjadi peserta akan memberikan umpan balik, yakni akan menjadi promotor wisata Toraja.

Para operator tur ini sedapat mungkin akan mempromosikan (endorse) beragam wisata Toraja di website perusahan mereka.

“Makanya yang menjadi peserta ini adalah perusahan-perusahaan besar yang jarang mengendorse wisata Toraja,” kata Yohan yang juga ketua PHRI Toraja.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds