Demi Marquee Player, Edy Rahmayadi Siap Masuk Penjara

Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi saat menjewer telinga Kapten PSM Makassar Hamka Hamzah. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi saat menjewer telinga Kapten PSM Makassar Hamka Hamzah. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi akhirnya turun tangan terkait langkah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang menyerahkan data para pemain asing yang belum mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) kepada pihak imigrasi.

Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Stratetgis Cadangan Angkatan Darat itu tidak mau melihat klub mengalami kerugian lebih banyak.

“Saya minta maaf, bukan mengecilkan, bukan tutup telinga bagi orang-orang yang mau berbicara soal ini. Tapi, percayalah pemain asing yang bermain di kompetisi negeri kita, tidak sama dengan tenaga kerja asing ilegal yang mau bekerja di Indonesia secara sembunyi-sembunyi. Saya jamin bahwa mereka tidak akan lari dan mau lari lewat mana juga,” kata Edy, kemarin (19/4/2017).

Edy sejatinya menyadari bahwa, masalah pemain asing yang tidak ber – kitas namun tetap dimainkan oleh sejumlah klub di Liga 1 tesebut, memang menyalahi aturan keimigrasian dan ketenagakerjaan di Indonesia. Tapi, lanjut dia, ada kepentingan besar dari sepak bola Indonesia yang hendak dia bela.

Memang, dari data yang dipegang oleh BOPI, total ada 25 pemain asing yang tersebar dalam sebelas klub di Indonesia yang belum memiliki Kitas.

Dan, kebanyakan dari mereka adalah pemain asing kelas dunia yang dikontrak oleh klub dengan label marquee player. Di antaranya adalah Michael Essien dan Carlton Cole di Persib Bandung serta Peter Odemwingi di Madura United.

Tapi, Edy menyebutkan bahwa dia akan memberikan jaminan kepada para pemain tersebut untuk tetap membela klub mereka di pekan kedua nanti.

Dengan alasan, mereka sudah berkominikasi dengan pihak keimigrasian, BOPI beserta kementrian tenaga kerja Indonesia secara nonformal. Rencananya, pertemuan secara resmi antara mereka dilakukan Jumat (21/4) besok.

“Saya akan bertanggung jawab akan semua ini. Karena klub-klub meminta ke operator agar mereka diijinkan untuk memainkan pemain asing itu, dan saya izinkan,”jelasnya.

“Kalau pemain asing macam-macam atau katakanlah melanggar hukum, biarkan saya yang nanti dipenjara. Saya akan pertanggungjawabkan semunya, bukan PSSI,” tegas dia.

Dalam perkembangan yang sama, Sekjen BOPI, Heru Nugroho menyebutkan bahwa, bukan saatnya lagi mereka harus dikaitkan dengan masalah pemain tak berkitas tersebut.

“Karena kami sudah memberikan laporan kepada pihak keimigrasian dan juga kementrian tenaga kerja. Apa yang nanti mereka putuskan, kami menerima saja,” ucapnya.

(ben/JPNN)



loading...

Feeds