10 Faktor Penyebab Kekalahan Ahok

Ahok saat akan menggunakan hak suaranya di TPS 54, Kompleks Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/4). Foto: Adrian Gilang/JPNN.com

Ahok saat akan menggunakan hak suaranya di TPS 54, Kompleks Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/4). Foto: Adrian Gilang/JPNN.com

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menempatkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai pemimpin baru Jakarta. Inilah klimaks dari pertarungan politik di ibukota negara.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot harus keok di tangan pasangan yang hanya diusung dua parpol itu. Lantas, apa penyebab kekalahan Ahok? Berikut 10 faktor penyebabnya:

1. Kesleo Lidah soal Al Maidah
Salah satu kekurangan Ahok, karena dia terlalu kuat untuk dikalahkan. Dan, seperti kata orang bijak, untuk mengalahkan orang yang terlalu kuat tidak perlu dengan kasus yang besar. Justru Ahok terjungkal dengan krikil kecil di Kepulauan Seribu. Akibat kesleo lidah soal Al-Maidah 51, menyulut kemarahan umat Islam.

2. Penundaan Sidang Tuntutan
Penundaan sidang tuntutan menyulut kontroversi di masyarakat. Publik menanggapi negatif atas penundaan tuntutan ini. Jika saja Pilgub DKI dilaksanakan usai tuntutan jaksa yang hanya menuntut 1 tahun penjara, bisa dipastikan kemarahan publik kian bertambah. Dan efeknya menggerus elektabilitas Ahok.

3. Wisata Al-Maidah
Wisata Al-Maidah adalah puncak dari rentetan aksi yang dilakukan oleh Rizieq Shihab dkk. Meskipun sedikit mendapat ganjalan, tetapi aksi tersebut sudah cukup signifikan untuk memberi soft terapi kepada para pendukung Ahok. Terbukti dari beberapa survei sebelum pemilihan berlangsung sangat kecil selisih elektabilitas kedua pasangan. Namun pada kenyataannya, hasil yang diperoleh Ahok-Djarot sangat jauh dari perolehan suara Anies-Sandi.

4. Koalisi Partai yang Gemuk
Koalisi yang gemuk, tidak menjamin untuk bisa melenggang mulus sebagai pemenang pilkada. Ingat, Fauzi Bowo juga diusung koalisi gemuk dan akhirnya kalah di Pilgub DKI Jakarta. Koalisi yang gemuk justru tidak efektif untuk bekerja sebagai mesin pemenangan. Bandingkan dengan betapa efektifnya mesin Gerindra dan PKS yang solid memenangkan Anis-Sandi.

5. Survey Denny JA Soal Pemilih Non Muslim
Survei Denny JA soal pemilih non muslim di Jakarta, membuka mata bagi kalangan muslim untuk menyolidkan diri memilih Anies-Sandi. Dalam survei Denny JA, pemilih non muslim yang memilih Ahok-Djarot mencapai 91%. Dan yang memilih Anies hanyalah 5%. Artinya, pemilih muslim tersadar dengan konstalasi politik yang terjadi di Jakarta.
6. Kasus Gubernur NTB
Kasus ungkapan rasis yang menimpa Gubernur NTB, boleh jadi juga menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan Ahok. Betapa tidak, kasus ini menjadi viral di medsos. Kebetulan pelakunya seorang warga keturunan. Informasi ini begitu kencang saat seminggu sebelum pencoblosan. Yang menarik sebab Gubernur NTB, memaafkan Steven, pelaku rasis itu, dengan tanpa syarat apapun.

7. Pembagian Sembako
Ini dianggap hal yang utama penyebab kekalahan Ahok-Djarot. Masifnya isu sembako yang tertangkap oleh beberapa media mainstraim, telah menggiring opini publik untuk menyerang Ahok-Djarot. Tingkat kepercayaan publik mulai turun sehari sebelum pencoblosan dimulai, akibat isu tersebut.

8. Pidato Prabowo
Pidato Prabowo dalam kampanye politik pemenangan Anies-Sandi menjadi bagian terakhir yang cukup berpengaruh terhadap kemenengan Anies. Inti dari pidato yang viral di medsos itu, yakni hanya kecurangan besar yang bisa mengalahkan Anies-Sandi. Itu setelah Prabowo melihat semua lembaga survei memenangkan Anis-Sandi.

9. Video #BeragamItuAhokDjarot
Video ini diposting Ahok, meski akhirnya dihapus. Video ini bukannya menambah elektabilitas Ahok, malah menggerus suara Ahok di kalangan pemilih Muslim. Itu karena video ini memberi kesan negatif terhadap pemilih muslim. Ustaz Aa Gym bahkan geram dengan video ini.

10. Simbol Prabowo
Pilkada DKI sesungguhnya adalah pertarungan simbol. Simbol Prabowo sebagai penyokong utama Anis-Sandi harus diakui lebih kuat ketimbang faktor Megawati maupun Jokowi.

(mukhramal azis/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Tiara Dewi dan Lucky Hakim. FOTO: Dok. Jawa Pos

Lucky Hakim Lebaran tanpa Istri

POJOKSULSEL.com – Lucky Hakim akan menghabiskan lebaran tahun ini hanya seorang diri. Pasalnya, istrinya Tiara Dewi memutuskan berangkat melakukan ibadah …