Pejabat Lutra Tampil Memukau di Nada dan Gaya di Four Points By Sheraton

Staf Ahli Bupati Luwu Utara Abdul Hakim Bukara.

Staf Ahli Bupati Luwu Utara Abdul Hakim Bukara.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Seorang pejabat “harus” memiliki dua kepandaian, yaitu pandai berpidato dan pandai bernyanyi. “Peraturan yang tidak tertulis” itu rupanya dipahami betul oleh seorang pejabat. Jadi jangan heran, jika sebagian besar pejabat itu pandai bernyanyi. Luwu Utara misalnya punya segudang pejabat yang pandai bernyanyi. Sebut saja Kadis Dukcapil Sri Suswati dan Staf Ahli Abdul Hakim Bukara, yang kebetulan juga keduanya mewakili Luwu Utara dalam Nada dan Gaya III di Four Point By Sheraton, Senin (17/4/2017) di Makassar.

Acara yang dibuka langsung Gubernur Sulawesi Selatan itu berlangsung meriah, menyerupai acara ajang pencarian bakat di televisi. Lutra boleh dibilang jadi bintang malam itu, karena dua pejabatnya, masing-masing Sri Suswati dan Abdul Hakim Bukara tampil percaya diri. Sri Suswati tampil impresif dengan lagu Simponi yang Indah. Sementara Hakim Bukara tampil trengginas dengan lagu Akhir Sebuah Kisa milik Blacksweet.

“Alhamdulillah, saya puas malam ini bisa menampilkan yang terbaik,” ujar Sri yang malam itu mendapat applaus yang paling meriah dari para pengunjung. Hal senada diucapkan Hakim yang malam situ tampil dengan selendang bergantung di lehernya. “Saya sudah maksimal, dan tentunya Saya puas. Semoga bisa mendapatkan hasil yang baik.” ujar Hakim usai bersenandung.

Kadis Dukcapil Luwu Utara Sri Suswati

Kadis Dukcapil Luwu Utara Sri Suswati

Menariknya, dua mantan pejabat Luwu Utara juga tampil kocak dan menghibur. Masing-masing Andi Hasdullah (Kadis Infokom Sulsel) dan Ilham Andi Gazaling. Nama terakhir adalah mantan Penjabat Luwu Utara 2015. Hasdullah dengan mengenakan pakaian adat adalah peserta pertama dan membawakan lagu daerah balla lompoa. Sementara Ilham tampil kocak dengan lagu Pandangan Pertama. Uniknya, Ilham tampil meniru gaya Elvis Presley.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya mengatakan, substansi nada dan gaya yang melibatkan dua juri yang sudah punya nama, artis Rina Hasyim dan Andi Darussalam Tabusala, ini adalah melegitimasi sebuah kebersamaan. kebersamaan antara PKK, Dekranasda, pemerintah, dan masyarakat itu sendiri.

“Substansi nada dan gaya adalah melegitimasi kebersamaan. Nada dan gaya adalah bahasa yang paling cocok untuk sebuah kebersamaan. Boleh nadanya ke mana-mana, boleh gayanya ke mana-mana, tapi hati kita tetap menyatu di sini. Dan bahasa yang paling cocok untuk sebuah kebersamaan adalah Nada dan Gaya,” pungkas Syahrul.

Lukman Hamarong
Staf Humas Pemkab Luwu Utara



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, saksi kunci korupsi ektp, saksi kunci ektp bunuh diri, Johannes Marliem, Johannes Marliem bunuh diri, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, andi narogong

Masih Gawat, Setnov Belum Bisa Diajak Bicara

POJOKSULSEL.com – Ketua DPR Setya Novantomasih menjalani perawatan di ruang intensive cardiologi care unit (ICCU) pasca-operasi di RS Premier Jatinegara. Bahkan, saat ini tersangka …
maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …