Mampu Menebak Bentuk Kekerasan, 2 Isteri Pejabat Lutra Dapat Hadiah dari PKK Provinsi

DUA isteri Pejabat Luwu Utara, masing-masing Ny. Ayu Anggreini Nuralim, dan Ny. Mainur Jahir, berhasil mendapat hadiah berupa bros dan kalung dari PKK Provinsi Sulawesi Selatan setelah mampu menebak bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang pertanyaannya diajukan melalui senandung lagu cinta.

Menebak bentuk kekerasan melalui senandung sebuah lagu memang unik. Ibu-ibu PKK disuruh menyimak lagu kemudian menebak bagian lirik mana yang mengandung bentuk kekerasan.

 

Lagunya pun menarik karena dinyanyikan penyanyi tenar, seperti Rhoma Irama, Meggy Z, Elvi Sukaesih, Nike Ardila, dan Betharis Sonata. Ny. Ayu Anggreini Nuralim dalam lirik lagu Elvi Sukaesih mampu menebak sepenggal lirik yang mengandung kekerasan fisik. Sementara Ny. Mainur Jahir mampu menebak lirik lagu “Telanjur Basah” yang dinyanyikan Meggy Z yang di dalamnya mengandung kekerasan psikis.

Atas dua jawaban yang tepat itu, keduanya mendapat hadiah dari PKK Provinsi yang diberikan langsung Ny. Andi Murlina Muallim, yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari delapan hadiah yang diberikan atasan delapan pertanyaan, Luwu Utara mendapat hadiah terbanyak dengan dua buah hadiah. Sementara daerah lain, masing-masing hanya satu. “Alhamdulillah, ini bukti kalau ibu-ibu PKK Luwu Utara serius ikut dalam temu kader PKK se-Sulsel ini,” ujar Ayu sambil tersenyum yang diamini ibu-ibu PKK Lutra lainnya.

Bagi-bagi hadiah bros dan kalung oleh PKK Provinsi dilakukan saat materi Ketahanan Keluarga sebagai Prasyarat Membangun Rumah Tangga yang Tangguh dilaksanakan. Materi ini dibawakan Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Usman Basuni, SE., MA., MPHR.

Salah satu pointer penting dalam materi yang dibawakannya adalah bagaimana keutuhan dalam rumah tangga bisa terjaga dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai cinta dan harmonisasi guna menciptakan lesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin dalam keluarga. “Ciptakan dan jaga keutuhan dalam rumah tangga dengan jalan menjunjung tinggi nilai-nilai cinta dan harmonisasi demi terciptanya kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin dalam keluarga,” jelas Usman. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds