Makassar Optimalkan Peran Peternak

Kapala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar, Abd. Rahman Bando manfaatkan refresh sekaligus pantau kondisi dan stok bibit tanaman hortikultura di screen house, serta penerapan metode Yumina-Bumina (penggabungan budidaya ikan dan tanaman sayuran/buah ) di Balai Benih Ikan (BBI) DKP3 di Parang Tambung, Minggu (7/2/2016) kemarin. | DOK. DKP3

Kapala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar, Abd. Rahman Bando manfaatkan refresh sekaligus pantau kondisi dan stok bibit tanaman hortikultura di screen house, serta penerapan metode Yumina-Bumina (penggabungan budidaya ikan dan tanaman sayuran/buah ) di Balai Benih Ikan (BBI) DKP3 di Parang Tambung, Minggu (7/2/2016) kemarin. | DOK. DKP3

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- Industri kuliner masih menjadi penopang utama ekonomi Makassar yang tumbuh pada angka 7.2% hingga 7.8% di tahun 2016. Mayoritas kuliner andalan Makassar berbahan dasar daging sapi, seperti Coto, Pallu Basa, Konro, dan Sop Saudara.

Penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan kualitas daging yang dikonsumsi sehat, dan halal. Menjawab kebutuhan itu Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Makassar mengadakan Sosialisasi yang mengusung tema Optimalisasi Peran dan Fungsi Peternakan Menuju Makassar Dua Kali Tambah Baik di Hotel Horison, Rabu, (19/4/2017).

“Konsumsi daging Makassar sangat tinggi. Pemerintah harus memastikan standar pengadaan, pemeliharaan dan penyembelihannya harus sehat dan halal,” kata Wali Kota.

Sosialisasi yang digelar DP2 Makassar memberikan pemahaman kepada peternak bagaimana menjaga hewan ternak tetap sehat dan layak konsumsi. Memperhatikan pakan ternak, dan pemberian vaksin jika dibutuhkan.

Salah satu momok bagi peternak sapi dan konsumen daging adalah penyakit menular seperti Antraks yang diikuti gejala daging berwarna hitam, berbau, dan berlendir. Peternak harus mampu mengenali gejala ini agar daging yang dipasarkan tidak merugikan konsumen.

Di sisi lain, konsumen juga dituntut cerdas saat membeli. Sosialisasi yang digelar DP2 Makassar juga memperlihatkan contoh daging olahan yang tidak layak konsumsi karena mengandung borax seperti bakso.

Teksturnya lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Bila digigit akan kembali ke bentuk semula. Tahan lama atau awet beberapa hari. Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu – abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah. Ciri lainnya bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul, dan bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

“DP2 berupaya mendidik peternak bagaimana menghasilkan daging ternak yang sehat, halal, dan layak konsumsi. Ini juga bagian dari upaya perlindungan terhadap konsumen yang dimulai di hulu,” terang Kepala DP2 Makassar Abd Rahman Bando.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Tiara Dewi dan Lucky Hakim. FOTO: Dok. Jawa Pos

Lucky Hakim Lebaran tanpa Istri

POJOKSULSEL.com – Lucky Hakim akan menghabiskan lebaran tahun ini hanya seorang diri. Pasalnya, istrinya Tiara Dewi memutuskan berangkat melakukan ibadah …