Keluarga Korban Pemukulan Oknum TNI Akan Temui Gubernur SYL

Anggota DPRD Makassar, Saharuddin Said. | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Anggota DPRD Makassar, Saharuddin Said. | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tak ingin kejadian pemukulan yang dialami ayahnya menimpa orang lain, anggota DPRD Makassar dari Fraksi Golkar Saharuddin Said bersama keluarganya berencana akan menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

“Sore ini kita akan melapor sekaligus bawa hasil visum, kemudian saya akan menghadap ke pak Gubernur untuk bicara dengan panglima soal bagaimana proses hukum yang akan kita ajukan,” ungkap Saharuddin Said dihadapan wartawan saat memberi keterangan pers terkait pemukulan tersebut, di kediamannya Jalan Landak Baru, Kota Makassar, Selasa (18/4/2017).

Hal itu dilakukan Saharuddin karena khawatir akan ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi oleh pihak-pihak yang merasa tidak terima dengan pemukulan tersebut.

“Karena ini juga yang dipukul orang ada massanya pak, jangan sampai, mungkin bukan dia yang marah, tapi orang-orangnya (keluarganya), Saya juga tidak ingin kejadian ini berimbas kepada yang lain, biar jadi pembelajaran juga,” jelas Saharuddin.

Sebelumnya, diberitakan Wakil Ketua PWI Sulsel Salim Mamma menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum petugas Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal), Selasa (18/4/2017) siang, di depan warkop 75 Jalan Satando. Selain Salim, salah satu korban yang juga ikut dianiaya adalah HM Said yang tidak lain adalah Ayah dari Anggota DPRD Makassar, Saharuddin Said.

Saharuddin Said yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia bersama keluarganya mengaku tidak terima atas kejadian yang menimpa ayahnya dan berjanji akan meneruskan persoalan tersebut ke ranah hukum. Ajid sapaan akrabnya juga mengatakan tentara sebagai seorang pengayom seharusnya memperlihatkan etika yang baik dan mendidik bukan malah melakukan tindakan diluar dari batas batas kewajaran.

“Hanya karena persoalan parkir mobil lalu melakukan pemukulan hingga pingsan. Fatal sekali, ini sudah diluar batas kewajaran apalagi wewenang dan tanggung jawab TNI,” ungkap Ajid.

Ajid pun menuturkan kronologis kejadian yang menimpa ayahnya tersebut. Kejadian itu tutur Ajid, terjadi sekitar pukul 15.00WITA di Jalan Satando. Saat itu ayahnya bermaksud melerai rekannya (Salim Mamma) yang dianiaya oleh oknum TNI yang hendak memindahkan parkir kendaraan yang dianggap menghalangi tersebut. Namun, Ayahnya malah ikut dianiaya hingga terjatuh dan tak sadarkan diri akibat pukulan bagian tubuhnya.

“Ibu saya ada disitu, ditengah-tengah, tetapi oknum TNI itu tetap memukul. Apakah ini manuasiawi. Ini sangat tidak masuk akal. Saya sebagai masyarakat sipil dan anggota DPRD Makassar sangat menyayangkan dan tidak menerima tindakan ini karena ini sudah diluar batas dari wewenang dan tanggung jawab sebagai seorang anggota TNI,” jelasnya.

Ia berharap Panglima TNI Angkatan Laut secepatnya melakukan tindakan dan mengusut tuntas kejadian penganiayaan yang dialami ayahnya.

“Ayahanda saya sudah dirawat di rumah sakit dan sudah di visum. Saya sudah berkordinasi dengan Asintel Lantamal untuk dilakukan langkah hukum. Saya juga akan menghadap ke Pak Gub agar bagaimana secepatnya proses hukum ini dilakukan,” tambahnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

ramadan, ramadan 2016, berita terkini ramadan, berita terbaru ramadan, berita terkini, berita terbaru, pojok sulsel, pojoksulsel, lailatul qadar, malam lailatul qadar, 10 malam terakhir ramadan, ibadah malam lailatul qadar

Tips Agar Tak Loyo Saat Puasa

POJOKSULSEL.com – Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (27/5/2017) besok. Nah, tubuh perlu menyesuaikan diri agar …