PNS Bone Ini Diciduk BNN. “Bernyanyi”… Eh, Dianiaya. Bonyok Deh!

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, BONE – AY (31), seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) diciduk anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone. AY diduga terlibat dalam penggunaan dan bisnis narkoba di Kota Watampone.

Warga Jalan Kalimantan, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Minggu (16/4/2017). Saat diinterogasi, AY “bernyanyi” dan menyebut sejumla nama. Dia diamankan dan diinterogasi di Kantor BNN Bone, Kompleks Stadion Lapatau.

Rupanya, “nyanyian” AY tak bisa diterima oleh mereka yang disebut namanya. Saat masih di Kantor BNN Bone, tiba-tiba datang AB (43). Kedatangan AB yang sudah diliputi amarah, langsung menganiaya AY.

Rupanya, AB tidak menerima jika AY menyebut AM dan AJ dalam jaringan narkoba di Bone. Pukulan tangan kanan AB pun langsung mendarat di pipi kiri dan wajah AY. Akibatnya, wajah AY mengalami luka dan memar. Darah mengucur.

Akibat penganiayaan tersebut, Minggu sore itu, AY melapor ke Polres Bone. Insiden penganiayaan terhadap AY, yang diamankan anggota BNN Bone dibenarkan Kasi Pemberantasan BNN Bone Kompol Subagyo.

Hanya saja, Subagyo berdalih, bahwa saat penganiayaan AY, yang ada hanya seorang sekuriti sehingga tak bisa mencegah penganiayaan tersebut.

Subagyo juga membenarkan jika pihak AY sudah melapor ke polisi atas kasus penganiayaan yang menimpanya. Laporan polisi atas penganiayaan AY oleh AB juga dibenarkan Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Syamsu Alam.

Syamsu Alam mengatakan, AY melapor pada Minggu malam. Kamun, kata Kapolsek Taneter Riattang, AY menarik kembali laporannya, Senin (17/4/2017) pukul 11.00 Wita.

“Mereka sudah berdamai,” kata Kapolsek Tanete Riattang, Senin (17/4/2017).

Bagaimana dengan kasus dugaan narkoba AY yang sempat bernyanyi?
Subagyo mengatakan, AY mengakui pernah mengkonsumsi narkoba, tapi sudah lama. “Saat ini yang bersangkutan sementara di assesment BNN,” kata Subagyo.

(singke pallawa/pojoksulsel)



loading...

Feeds