Jangan Hanya Waspada Diabetes, Antisipasi Prediabetes

Serangkaian kegiatan pencegahan diabetes secara dini dengan senam, pemeriksaan gula darah gratis, digelar Tropicana Slim pada Car Free Day, di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (14/11/2016)

Serangkaian kegiatan pencegahan diabetes secara dini dengan senam, pemeriksaan gula darah gratis, digelar Tropicana Slim pada Car Free Day, di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (14/11/2016)

SEBELUM terdiagnosis sebagai penderita diabetes, seseorang rupanya akan melewati fase prediabetes. Nah, beda seperti diabetes yang harus disandang seumur hidup, penderita prediabetes bisa bisa mendapatkan kondisi normal.

Spesialis penyakit dalam dr Andy Purnomo SpPD mengatakan, seseorang dikatakan prediabetes bila kadar gula darah puasa (GDP) adalah 100-125 mg/dL. Bila GDP lebih dari 126 mg/dL, bisa dipastikan orang tersebut mengidap diabetes.

Mengutip penelitian, dalam perjalanannya 9-50 persen pengidap prediabetes bakal menjadi diabetes dalam kurun waktu 3-5 tahun. Hal itu bisa terjadi bila pasien tidak berdiet untuk menurunkan kada gula darahnya.

’’Kondisi ini dikatakan grey area, pasien tidak bisa dikatakan normal tapi belum dikategorikan sebagai diabetes juga,’’ ucapnya.

Sayangnya, tidak ada gejala khas yang dirasakan pasien prediabetes. Walaupun secara teoritis, baik pengidap prediabetes maupun diabetes seharusnya merasakan gejala seperti mudah haus dan lapar, berat badan menurun, mudah kesemutan, dan sering lemas. Nyatanya, sebagian besar pengidap prediabetes biasanya tidak merasakan ada-apa.

Pada pasien diabetes telah terjadi kerusakan pada sel beta. Nah, kerusakan tersebut belum terjadi pada pengidap prediabetes. Dalam kondisi prediabetes mulai terjadi resistensi insulin tapi belum berujung pada kerusakan sel beta yang biasanya menjadi penghasil insulin.

Satu-satunya memang dengan berdiet. Diet yang dimaksud adalah diet rendah gula, lemak, dan garam. Bahkan menurut sebuah penelitian, setiap penurunan 1 kg berat badan, bisa mengurangi 16 persen terjadinya diabetes. ’’Bisa dikatakan harus mengatur pola makan seumur hidup, karena seseorang yang sudah menderita diabetes artinya sudah punya faktor risiko,’’ tegasnya.

(ina/tia/pojoksulsel)



loading...

Feeds