DPRD Sulbar Minta Polda Serius Dalami Penipuan ‘Fee’ Proyek Sekprov

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Munanda Wijaya Ramlan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Munanda Wijaya Ramlan

POJOKSULSEL.com, MAMUJU – ‎Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Munandar Wijaya Ramlan, meminta kepolisian serius menangani kasus dugaan penerimaan ‘fee’ proyek yang berujung pada laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) atas dugaan penipuan.

Kasus itu menyeret nama Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin.

“Ini tentu perlu didalami agar semua jelas, dan tidak menimbulkan perspektif yang macam-macam di kalangan publik,”tulis legislator Partai Gerindra itu melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/4/2017).

Namun, kata Munandar, laporan itu masih bersifat dugaan, sehingga menurutnya, kasus itu harus diserahkan kepihak berwenang.

“Semua masih bersifat dugaan. Jadi, kita serhakan saja kepada pihak yang berwenang mendalami terkait laporan tersebut,”katanya.

Ditanya soal nama sekrov Sulbar yang terseret dalam kasus itu, Munandar berharap laporan yang dialamatkan kepada yang bersangkutan itu tidak benar.

“Dan memang bagi saya sulit untuk bisa percaya akan hal itu. Biarkan pihak berwenang yang membuktikan laporan itu,”ucap dia.

Sehubungan dengan dugaan keterlibatan oknum pejabat Pemprov SulBar tersebut, pihaknya belum berencana membentuk Pansus DPRD.

“Tidak serta merta Pansus dibentuk. Apalagi kan kasus itu sudah ditangani pihak Kepolisian. ‎Lagi-lagi saya katakan semoga itu tidak benar,”ungkap Munandar.

Kasus dugaan penerimaan ‘fee’ proyek berujung laporan dugaan penipuan tersebut, mencuat setelah adanya laporan masyarakat.

Polisi dari Drektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulbar, sebelumnya memeriksa sejumlah saksi.

Dari kesaksian terlapor yakni skertaris ULP Pemprov Sulbar, Hartono, nama Ismail Zainuddin, disebut-sebut dan diduga kuat sebagai aktor.

Kabid Humas Polda SulBar, AKBP Mashura, mengungkapkan, Ditreskrimum telah memanggil sejumlah saksi, dan bahkan mengundang Sekrov untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Ismail Zainuddin sendiri terpaksa tidak memenuhi panggilan Kepolisian dengan alasan kesibukan, namun belakangan dikabarkan diperiksa ruang Kantornya. (haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds