2 Guru Besar Unhas Takar 3 Tahun Pemerintahan Danny Pomanto

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Guru Besar Ilmu Administrasi Fisip Unhas Prof Deddy T Tikson dan Prof Dr Sangkala menakar 3 tahun pemerintahan Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat berbicara pada Dialog Publik yang berlangsung di Hotel Quality, Minggu (16/4/2017).

Menurut Prof Sangkala, memimpin perusahaan berbeda dengan memimpin pemerintahan. Di perusahaan, lebih mudah mengimplementasikan ide, dan gagasan untuk meraih keuntungan. Sementara di pemerintahan, setiap kebijakan dan program harus melewati proses politik sebelum dijalankan.

Ia menilai Wali Kota Danny yang berlatar praktisi (profesional) di bidang arsitektur mampu mentransformasi potensi menjadi realitas dalam pemerintahannya, “Memimpin birokrasi tidak mudah. Keberhasilannya diukur dari kepuasan masyarakat,” kata Prof Sangkala.

Selama 3 tahun memimpin Makassar, Danny tampil sebagai pemimpin visioner yang mampu mengaktualisasikan visi pemerintahannya ke keadaan yang lebih baik. Menerapkan visi ke dalam konteks (program) yang berbeda – beda.

Gaya manajemennya mampu membangun jejaring dengan entitas lain di luar pemerintahannya. Bukan hanya di dalam, juga di pergaulan internasional. “Pak Danny sukses membangun kordinasi, komunikasi, dan smart government,” nilai Prof Sangkala.

Lain halnya dengan Prof Deddy T Tikson Ph D, yang menyorot Makassar dari sisi inovasi. Menurutnya, Wali Kota Danny berhasil menciptakan inovasi di pemerintahannya. Ia merunut selama dua tahun berturut – turut sejak digulirkan, Makassar tidak pernah absen dalam penilaian Top Inovasi Pelayanan Publik.

Tahun lalu (2016), program Dottoro ta (Home Care) berbasis Telemedicine sukses meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik, dan tahun ini (2017), Makassar kembali mengirimkan 32 proposal pelayanan publik. Dari jumlah itu, 21 diantaranya lolos penilaian, dan 2 lainnya terjaring hingga 99 besar dan menjadi nominator The Best Public Service (Pelayanan Publik Terbaik) di bidang kesehatan, dan perpustakaan.

Bahkan tahun lalu, proposal Dottoro ta berbasis Telemedicine berhasil menembus kompetisi pelayanan publik internasional yang digagas oleh PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa).

Keunggulan lainnya yang dicapai Makassar selama 3 tahun pemerintahan Danny, sambung Prof Deddy T Tikson, keberhasilannya menggabungkan 4 karakteristik kota ; smart city, sustainable city, resilent city, dan fiblent city.

“Konsep Smart Pete – Pete adalah solusi sistem transportasi publik di Makassar. Fiblent city ditandai mudahnya mobilitas masyarakat dalam kota, punya publik transportasi yang baik, dan jalan raya yang baik,” kata Prof Deddy.

Meski APBD Makassar jauh lebih minim dibanding kota besar lainnya di Indonesia semisal Surabaya yang nominalnya mencapai Rp 9 Triliun sementara Makassar Rp 3.9 Triliun, di tangan Wali Kota Danny, Makassar mampu tumbuh dan berkembang melebihi kota besar lainnya di Indonesia.

Salah satu keunggulannya, Makassar memanfaatkan teknologi air terbarukan dari Singapura yang akan dimanfaatkan di pulau – pulau. Makassar adalah kota pertama dan satu – satunya di dunia (selain Singapura) yang memanfaatkan teknologi ini.

Tahun ini, 5 pulau di Makassar ; Kodingareng,  Barang Lompo, Barang Caddi, Lanjukang dan Lakkai akan memanfaatkan teknologi penjernih air tanah (air payau) menjadi air layak konsumsi. Satu unit di setiap pulau. “Setiap jabatan ada tanggung jawab. Wali kota hadir untuk menjawab persoalan – persoalan masyarakat,” kata Danny.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

mudik, jalan rusak, jalur trans sulawesi rusak, trans sulawesi rusak, mudik jalan rusak, jalan rusak ke palopo, mudik 2017

Mudik yang Mengecewakan

SEMINGGU sebelum Lebaran, saya membayangkan jalur mudik trans Sulawesi mulus. Paling tidak tidak ada hambatan berarti. Saya membayangkan, jalur ini …