Ternyata Pejabat dan Istri Polisi yang Digerebek Selingkuh Itu….

Ilustrasi

Ilustrasi

SEPASANG aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah M (40) dan E (35), diduga sudah merajut cinta terlarang selama empat tahun. Perselingkungan mereka akhirnya terungkap setelah Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar menggerebeknya di kamar kos, Jalan Rusa 2, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Selasa (11/4/2017).

Kepala Badan Kesbangpol Kobar Mudelan menyampaikan, kelakuan kedua ASN tersebut baru diketahuinya sejak 2016 lalu. Ia pun pernah memanggil keduanya untuk tidak berbuat hal yang terlarang. Namun pada waktu itu, pihaknya belum memiliki bukti yang kuat terkait dengan dugaan selingkuh tersebut.

“Kalau saya tahu 2016, yang bersangkutan saya panggil ke ruangan, cuma nasehati saja, karena tidak ada bukti. Kalau rekan kantor sudah mendengar lama sekitar tahun 2013 atau 2014,” ujar Mudelan, Rabu (12/4).

Sehari pascapenggerebekan, M dan E tidak masuk kantor. M sempat izin dengan cara mengirim pesan singkat kepada Mudelan, bahwa M izin untuk tidak masuk karena ingin menyelesaikan urusan dengan keluarganya. Sedangkan E yang merupakan istri seorang polisi itu hingga siang hari tidak memberi kabar sama sekali.

Nah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Mudelan langsung mengingatkan kepada seluruh jajaran Kesbangpol Kobar untuk tidak mengikuti jejak M dan E, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran dan musibah. “Langsung saya kasih arahan ke semuanya, memang kejadian ini merusak nama Kesbangpol, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur,” tandasnya.

Mudelan menegaskan, proses selanjutnya yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 53 tentang Disiplin PNS. Melalui laporan BAP dari pihak Satpol PP Kobar akan diteruskan ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kobar dan diserahkan ke pimpinan dalam hal ini Pj Bupati Kobar serta Mendagri.

“Saya serahkan sanksi yang akan diberikan oleh pimpinan, kita mengikuti sesuai prosedur yang berlaku,” imbuhnya.

Dijelaskannya, M saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan akan mendapatkan promosi untuk kenaikan pangkat dari eselon IV ke eselon III. Dengan adanya kejadian ini promosi tersebut terancam dibatalkan. Sedangkan E baru saja dilantik sebagai Kepala Sub Bidang Fasilitas Partai Politik dan Pemilu pada Januari 2017.

“M ini golongannya lumayan tinggi, eselon IV dan akan mendapatkan promosi, tapi kemungkinan bisa jadi batal akibat kejadian ini,” ungkap Mudelan.

Sementara kasus mesum dan perselingkuhan ASN Kesbangpol Kobar tersebut diselesaikan dengan mediasi dan damai dari kedua belah pihak di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar pada Selasa (11/4/2017) malam. Namun, untuk urusan rumah tangga telah diserahkan ke masing-masing pihak keluarga bersangkutan.

(jok/yit/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds