Tolong Pak Bupati, Ada Bayi Penderita Hydrocephalus di Polman

Bayi Haisya, penderita hydrocephalus di Polman, Sulbar.

Bayi Haisya, penderita hydrocephalus di Polman, Sulbar.

POJOKSULSEL.com, POLMAN – Haisyah, bayi malang berumur 3 bulan itu tak berdaya. Anak pasangan suami istri, Sahar (35) dan Nursia (30) itu, didiagnosa oleh tim medis mengalami kelainan pada kepalanya. Dia menderita pembesaran kepala atau hydrocephalus.

Kedua orang tua Haisyah, tak dapat berbuat banyak. Hidupnya hanya serba pas-pasan, ayah bekerja sebagai nelayan, dan ibunya hanya tinggal sebagai ibu rumah tangga.

Warga Kelurahan Ammasangeng, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) tersebut, selama ini menempati gubuk di atas tanah milik tetanganya berukuran 4×5 meter, beraskan kardus bekas. Mereka mengaku tak mampu membiayai pengobatan penyakit sang bayi tercinta.

Ibu Haisyah, Nursia, menceritakan, ‎seminggu setelah bayinya lahir, dia melihat keanehan di bagian kepala bayinya.

“Umurnya sudah memasuki tiga bulan Pak, namun kepala bayi kami semakin hari makin besar. Haisya setiap hari menangis kesakitan,” ungkap Nursia saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/4/2017).

Nursia menjelaskan, kala itu ‎anak ke empatnya tersebut memang berpotensi lahir secara prematur hingga memaksanya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman.

Beruntung, kata dia, kartu jaminan sehat (BPJS) miliknya masih diakomodasi oleh pihak rumah sakit untuk biaya persalinannya secara cesar.

“Saya melahirkan dengan cara caesar. Waktu lahir bayi kami langsung di incubator,” jelasnya.

Tim dokter, kata Nursia, sempat menyarankan agar bayinya segera di rujuk ke rumah sakit di Makasar. Namun ia menolak karena khawatir biaya selama perjalanan ke Makassar tinggi.

“Jangankan biaya pengobatan, untuk ongkos ke rumah sakit di Makasar saja kami tak punya,” katanya.

Tak mampu berbuat banyak, kini kedua orang tua sang bayi itu hanya dapat bersabar menunggu uluran tangan dari orang lain.

Pemerintah daerah setempat yang mereka harapkan datang melihat kondisi anaknya sampai sejauh ini belum menunjukkan perhatian.

“Ya, kami berharap seperti itu. Sampai sekarang belum ada satupun dari pemerintah yang datang ketempat kami,” ungkap Sahar, ayah sang bayi penderita hydrocephalus.

Pojoksulsel.com, yang berupaya mengkonfirmasi hal itu, sejauh ini belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah setempat.

No handphone pribadi wakil bupati, dan Kepala Bagian Kehumasan Pemkab Polman, Aswar non aktif.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds

prostitusi gay, prostitusi gay terbongkar, polisi bongkar prostitusi gay, aplikasi gay di playstore, aplikasi gay, lgbt, aplikasi kaum gay di playstrore

STUdi: Gay Itu Ternyata Menular

POJOKSULSEL.com – Hasil penelitian yang dilakukan oleh CSOA menyebutkan, bahwa homoseksualitas adalah kondisi yang paling menular yang pernah ada di …