Pembunuh Pemilik Warung Coto Makassar Masih Misterius

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MONOKWARI – Kasus pembunuhan terhadap Haji Abdul Hakim (52) pemilik warung Coto Makassar beralamat di Jalan Pasir kompleks Pasar Wosi, Manokwari, hingga kini masih menyimpan misteri.

Penyidik Polres Manokwari dibantu Polda Papua Barat masih berusaha keras untuk mengungkap motif serta pelaku pembunuhan tersebut.

Kasus pembunuhan ini terjadi di dalam rumah, saat korban sedang tidur di dalam kamar bersama istri dan anak bungsunya, Minggu (9/4/2017) dini hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Monokwari AKP Aries Diego Kakori mengatakan, jajarannya masih terus mendalami kasus pembunuhan ini. Penyidik berencana akan meminta keterangan kembali istri korban Yuliana Rasid (44 tahun) serta ketiga anaknya. “Keterangan mereka sudah di-BAP, tapi kita akan minta keterangan ulang,’’ ujarnya sebagaimana dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group).

Istri dan anak korban merasa perlu dimintai keterangan ulang karena keterangan mereka sebelumnya agak berbeda. Terutama mengenai jumlah pelaku yang disebut istri korban sebanyak 3 orang. ‘’Nah keterangan istri korban ini akan kita dalami, apakah memang ada tiga orang yang masuk ke dalam rumah,’’tutur AKP Diego Kakori kepada wartawan di Mapolda, Senin (10/4).

Yang patut disyukuri, polisi telah mendapatkan rekaman CCTV di dalam rumah korban. Rekaman CCTV diharapkan dapat membongkar kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Manokwari ini.

Menurut Aries, dalam rekaman CCTV ini terlihat ada seorang pria berpostur tinggi  yang tindaktanduknya mencurigakan, berlari dan menyembunyikan sesuatu. Keberadaan pria ini sama seperti keterangan salah seorang saksi.

Aries menuturkan, kematian Abdul Hakim ini diduga kasus pembunuhan murni. Hal ini dikuatkan dengan kondisi rumah, tidak ada barang yang hilang, termasuk uang masjid yang disimpan di rumah korban sebesar Rp15 juta masih utuh.

‘’Pintu rumah juga tak ada tanda-tanda kerusakan. Kita bekerja keras untuk mengungkap kasus ini,’’ tandasnya lagi.

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain di kamar korban, polisi juga mendapat bercak darah di beberapa titik. Korban diduga dihabisi di dalam kamar.

Diketahui, korban Abdul Hakim ditemukan bersimpah darah, Minggu (9/4) dini hari. Terdapat beberapa tusukan benda tajam di dada dan leher koban yang membuatnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban dihabisi ketika berada di dalam kamar. Ia tidur satu kamar bersama istrinya Yuliana Rasid (44 tahun) dan anak bungsunya Sakira (9 tahun). Di dalam rumah juga ada anaknya Mifta Hakim (13 tahun) serta Anwar Musarif (24 tahun) yang tidur di kamar berbeda. Namun hanya korban yang diincar.

Kejadian pembunuhan korban diperkirakan sektiar pukul 02.00 WIT. Hal ini pun dikuatkan dengan keterangan salah satu saksi Anwar Musarif yang sempat melihat jam.

Istri korban,Yuliana Rasid kepada penyidik mengaku melihat pelaku berjumlah 3 orang. Salah satu saksi yang bersebelahan kamar dengan korban mengaku mendengar teriakan kesakitan sebanyak 2 kali. Saksi Anwar hendak keluar namun kamarnya terkunci dari luar.

Saksi Anwar mendengar ada suara orang berlari ke lantai bawah lewat tangga dan keluar pintu warung coto bagian depan. Dari luar rumah terdengar dua suara sepeda motor bergerak ke pangkalan mobil angkutan trayek luar kota.

Sekitar pukul 04.30 WIT, istri korban berteriak histeris dan  membuka pintu untuk memberitahu ke anaknya bahwa bapak mereka menjadi korban pembunuhan dengan kondisi mengenaskan. Darah yang sudah mulai mengering terdapat di beberapa tempat.

(lm/sad/JPG)



loading...

Feeds