Aziz Terima Tantangan Diskusi Pergerakan Mahasiswa

Anggota DPD RI Aziz Qahhar Muzakkar mengumpulkan sejumlah tokoh dari Luwu Raya di Makassar, Jumat (24/3/2017) malam. | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Anggota DPD RI Aziz Qahhar Muzakkar mengumpulkan sejumlah tokoh dari Luwu Raya di Makassar, Jumat (24/3/2017) malam. | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sepak terjang di dunia kemahasiswaan membuat Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM) selalu menjadi magnet. Terutama bagi mereka yang aktif sebagai aktivis kampus atau pergerakan mahasiswa. Apalagi, AQM memang salah satu dedengkot Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Daya tarik anggota DPD RI itu tampak usai jadi pembicara dalam Rapat Dengar Pendapat di Sekolah Tinggi Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Kamis, 13 April 2017. Beberapa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIBA untuk diskusi tentang dinamika pergerakan mahasiswa.

Dalam pengantar diskusinya, AQM berbicara soal kondisi mahasiswa Indonesia yang banyak terpola dengan kehidupan modern. Akibatnya, mereka cenderung lupa eksistensi dan fungsi-fungsi mahasiswa.

“Terutama banyak kalangan mahasiswa yang acuh tak acuh dengan budaya literasi, membaca, menulis dan pengimpelentasiannya,” kata bakal calon Wakil Gubernur Sulsel ini.

Padahal, lanjut bakal pasangan Nurdin Halid di Pilgub Sulsel 2018 ini, menjadi mahasiswa itu harus dinamis. Tidak boleh statis. Dinamis dalam arti harus aktif di segala bidang dan peka terhadap kondisi social. “Mahasiswa tidak boleh berdiam diri dalam zona nyaman,” katanya.

Ia juga lalu menyarankan agar mahasiswa STIBA bisa masuk atau bergabung ke organisasi-organisasi nasional. Dengan demikian bisa membangun dan memacu pergerakan dakwah dari dalam. “Jangan cuma di kandang saja. Nanti kita hanya berdialektika dengan kelompok kita saja,” imbuhnya.

(harmoen/pojoksulsel)



loading...

Feeds