Aziz: Perjuangkan Agama Butuh Kekuatan Politik dan Ekonomi

Aziz Qahhar Mudzakkar saat menjaid pembicara di sebuah kampus

Aziz Qahhar Mudzakkar saat menjaid pembicara di sebuah kampus

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM) kembali menggarap konstituen kampus. Kali ini, kampus Sekolah Tinggi Bahasa Arab (STIBA) Makassar jadi sasaran sosialisasi anggota DPD RI ini. Aziz Qahhar tampil pada pembekalan calon Dai STIBA Makassar, Kamis, 13 April 2017.

Dalam pemaparannya, AQM menegaskan pentingnya generasi muda dalam memahami dasar dan konsep awal berdirinya negara. Seperti ulama-ulama terdahulu, sebagai pendiri bangsa ini, mereka tak hanya memahami ilmu agama. Akan tetapi, mereka juga lihai dalam ilmu politik, sosial, hukum dan ekonomi, sehingga mampu bersaing di kancah internasional.

“Mereka sangat terlihat ketika Soekarno mempercayai mereka dalam Panitia 9 untuk merumuskan dasar negara. Ulama yang hadir pada saat itu ada empat orang,” sebut Aziz.

Maka dari itu, lanjutnya, sebagai generasi pelanjut, mesti banyak bersyukur. Caranya dengan berusaha mengikuti jejak-jejak pada pendahulu. “Kita punya utang sejarah dengan mereka,” tegas Aziz Qahhar yang dalam Pilgub nanti akan berpasangan dengan Nurdin Halid (NH).

Dikatakan, dakwa dan penyebarluasan Islam tak akan massif dan sistematis ketika umat Islam dan para generasi mudanya tidak mempunyai kekuasaaan dan kekuatan ekonomi. Karena Rasulullah saja membutuhkan kekuatan ekonomi dan kekuasaan.

“Contohnya istri Rasulullah adalah konglomerat. Sahabat-sahabatnya juga adalah konglomerat. Sebut saja Umar Bin Khatab, Abu Bakar, Usman Bin Affan dan lain-lain dan beliau juga menjadi kepala negara pada saat itu,” ungkapnya.

“Inilah bukti kongkret bahwa Islam sangat membutuhkan kekuatan ekonomi dan politik,” imbuh peraih suara sejuta lebih ini pada Pemilu lalu.

Oleh karena itu, Aziz mengingatkan, sebagai aktifis Islam, jangan cuma belajar tentang cara berdakwah. Akan tetapi juga harus belajar tentang ilmu-ilmu umum lainnya, sehingga kelak bisa menjadi pembuat kebijakan krusial di negeri ini.

“Jangan pernah meninggalkan panggung perjungan baik, panggung agama maupun panggung di negara ini, karena kita semua punya tugas dan tanggung jawab social,” pesan Aziz Qahhar kepada ratusan mahasiswa yang hadir pada acara itu.

Sebelumnya, Direktur STIBA Antang Makassar, Ustaz Yusran dalam sambutannya mengatakan, sangat bergembira kedatangan tamu yang sama-sama dicintai dalam acara rapat dengar pendapat. Menurut dia, sejak mahasiswa Ustaz Aziz Qahhar sudah mulai menggelar kajian keislaman di kampus-kampus.

“Kita-kita inilah yang menjadi audiensnya pada saat itu. Apalagi ketika beliau masih menjabat sebagai Ketua HMI Cabang Makassar,” imbuhnya.

(harmoen/pojoksulsel)



loading...

Feeds