Kasad Ingatkan Pentingnya Ketahanan Nasional Lawan Proxy War

Sebanyak 17 prajurit TNI menjadi penerjung bebas dalam rangka peresmian perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (13/4/2017). 17 penerjung bebas TNI ini dibawah pimpinan langsung Brigjen TNI Taat. 5 prajurit TNI yang terlibat dalam penerjung bebas TNI tersebut merupakan putra terbaik daerah. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Sebanyak 17 prajurit TNI menjadi penerjung bebas dalam rangka peresmian perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (13/4/2017). 17 penerjung bebas TNI ini dibawah pimpinan langsung Brigjen TNI Taat. 5 prajurit TNI yang terlibat dalam penerjung bebas TNI tersebut merupakan putra terbaik daerah. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono menyatakan heterogenitas masyarakat Indonesia terus diaduk-aduk, dengan berbagai isu yang berpotensi memecah belah kebhinekaan dalam persatuan.

Pada kesempatan yang sama, Mulyono menyinggung gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sebagai budaya yang terus menghancurkan generasi muda.

“Generasi muda Indonesia dihancurkan melalui berbagai budaya negatif, seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT)” kata Mulyono saat memimpin upacara perubahan nama Kodam VII Wirabuana menjadi Kodam XIV/ Hasanuddin di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (12/4/2017).

Lanjut Mulyono, budaya negatif lainnya yang mengancam generasi muda adalah budaya konsumtif, hedonisme. judi, online, seks bebas, dan peredaran narkoba.

Mulyono mengatakan, Panglima TNI Jenderal Gator Nurmantyo telah mengingatkan akan ancaman nyata proxy war. Ancamannya begitu sulit dideteksi, karena tidak berhadapan langsung dengan negara yang melancarkan langsung perang terhadap Indonesia.

“Mereka menggunakan tangan ketiga, baik state actor dengan kekuatan kecil maupun non state actor, dari luar dan dalam negeri,” kata Mulyono.

Karenanya, pondasi ketahanan nasional untuk menghadapi proxy war dilakukan dengan penanaman dan penguatan nilai-nilai luhur Pancasila, sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

Mulyono meresmikan Kodam XIV/ Hasanuddin pada pukul 08.58 Wita. Peresmian Kodam Hasanuddin dirangkaikan dengan atraksi bebas 17 prajurit TNI.

Dalam atraksi terjun bebas TNI itu membawa bendera Pemprov Sulsel, Sulbar, dan Sultra sebagai wilayah kerja Kodam Hasanuddin.

Selanjutnya, penerjun juga membawa bendera Jenderal Sudirman bertuliskan TNI bersama rakyat, disusul bendera bergambar Sultan Hasanuddin dan bendera logo Kodam Hasanuddin. Penerjun terakhir membawa bendera merah putih.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds