Cara Kerja Air Keras Merusak Tubuh

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami luka di bagian wajahnya setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal, Selasa (11/4/2017).

Air keras memang sering dijadikan media untuk melukai seseorang. Sebetulnya, apa itu air keras? Dan bagaimana cara kerjanya saat merusak kulit?

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri menjelaskan, rumus kimia air keras adalah HCl atau Asam Hidroklorida. Sifat cairan kimia ini adalah korosif atau perusak. Ternyata HCl sering digunakan oleh tukang bangunan atau tukang besi untuk membersihkan kerak atau kotoran sisa semen di lantai.

“Air keras itu biasa digunakan orang untuk membersihkan bekas semen di ubin, semacam pembersih lantai yang sifatnya keras. HCl cairan yang sangat bahaya, jika langsung terkena kulit akan melepuh,” kata Mahdi kepada JawaPos.com, Selasa (11/4).

Mahdi menjelaskan, cairan pembersih lantai yang saat ini banyak dijual di pasaran sudah dicampur dengan formula berkonsentrasi rendah. Sehingga aman bagi masyarakat dan ibu rumah tangga. Namun jika HCl atau air keras murni sangat berbahaya.

“Kulit bisa melepuh karena sifatnya korosif, merusak. Sama seperti kita kena air aki itu adalah asam sulfat. Namun ini berbeda, HCl itu air keras, berbahya,” ungkap Mahdi.

Ternyata kandungan HCl juga ada di dalam tubuh manusia. Jika pernah mendengar istilah asam lambung, cairan itu mengandung HCl. Kandungan itu merupakan enzim-enzim yang ada di tubuh manusia. “Di dalam tubuh kita air itu ada. Kalau pernah dengar orang sakit maagh itu asam lambungnya naik adalah HCl,” kata Mahdi.

HCl merupakan cairan asam yang lebih pekat dengan pH rendah. Jika terkena mata, maka akan merusak kornea mata. “Semoga tak terjadi apa-apa saya doakan Novel Baswedan baik-baik saja. Karena ini sifatnya korosif, jadi penyembuhannya menjalani operasi,” ungkap Mahdi.

(JPG)



loading...

Feeds