Minta Panjar Rp25 Juta Jadi Modus Penipuan Penjualan Gabah di Sulsel

Unit Resmob Ditreskrimsus Polda Sulsel menangkap 2 orang wiraswasta sebagai pelaku penipuan di Kampung Lacinge, Kelurahan Tetikenrarae, Kecamatan Mariowawo, Kabupatem Soppeng, Jumat (7/4/2017) malam tadi.

Unit Resmob Ditreskrimsus Polda Sulsel menangkap 2 orang wiraswasta sebagai pelaku penipuan di Kampung Lacinge, Kelurahan Tetikenrarae, Kecamatan Mariowawo, Kabupatem Soppeng, Jumat (7/4/2017) malam tadi.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Unit Resmob Ditreskrimsus Polda Sulsel menangkap 2 orang wiraswasta sebagai pelaku penipuan di Kampung Lacinge, Kelurahan Tetikenrarae, Kecamatan Mariowawo, Kabupatem Soppeng, Jumat (7/4/2017) malam tadi.

Identitas 2 pelaku penipuan itu adalah Andi Ashadi alias Aco (38) warga Jalan Monginsidi Wajo, dan Asri alias Esse (45) warja Jalan Kartika Chandra Kirana, Kabupaten Wajo.

Dirreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Zadma mengatakan, dua pelaku tersebut telah melakukan aksi penipuan dengan modus menawarkan gabah padi kepada korbannya.

Syarat untuk mendapatkan gabah padi dari pelaku ini, para korban mesti membayar uang panjar sebagai tanda jadi. Para korban rata-rata membayar panjar bervariasi, yakni mulai dari Rp10 juta sampai Rp25juta kepada pelaku.

“Setelah mengambil uang panjar dari korban, pelaku ini kemudian melarikan diri. Dan gabah yang diterima oleh korban itu ternyata adalah gabah padi milik orang lain,” kata Erwin Zadma, Sabtu (8/4/2017).

Lanjut Erwin Zadma, kedua pelaku telah melakukan aksinya sebanyak 4 kali di dua Kabupaten, yakni Kabupaten Sidrap dan Kabupaen Soppeng.

Para korban yang ada di Sidrap dan Soppeng langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Sidrap dan Polres Soppeng.

Sementarara itu, kedua korban langsung diserahkan ke Polres Sidrap untuk proses hukum lebih lanjut.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds