Diduga Depresi, Mahasiswa Unanda Palopo Ini Gantung Diri. Tewas…

Jenazah Muhammad Zainuddin (22), mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, yang tewas gantung diri saat disemayamkan di rumah duka, Kamis (6/4/2017). | POJOKSULSEL - BAYU

Jenazah Muhammad Zainuddin (22), mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, yang tewas gantung diri saat disemayamkan di rumah duka, Kamis (6/4/2017). | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Muhammad Zainuddin (22), mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, nekat gantung diri, Rabu (5/4/2017), sekira pukul 05.30 Wita, di kediamannya belakang Kompleks Perum Green Songka, Kelurahan Songka, Kecamatan Warsel, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban yang akrab disapa Aco ini adalah mahasiswa semester 4 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian, Unanda Palopo.

Berdasarkan informasi dan keterangan orangtua korban, Amrah (60), dirinya bangun untuk melaksanakan Salat Subuh. Usai Salat Subuh, dia masuk ke kamar belakang dan menemukan korban sudah dalam kondisi gantung diri menggunakan tali nilon berwarna kuning yang melilit di lehernya.

Saat itu juga, orangtua korban langsung meminta pertolongan kepada semua orang yang berada di dalam rumah.

Namun, korban sudah meninggal dunia, sehingga orangtua korban bersama keluarga korban langsung memutuskan tali nilon yang melilit di leher korban.

Ka SPK dan anggota jaga Polsek Wara Selatan yang mendapat kabar tersebut, langsung ke lokasi kejadian. Sekira pukul 08.00 Wita, personel Unit Identifikasi Sat Res Palopo bersama Tim Dokkes dr Herman melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP oleh Tim Dokkes yang dimpin langsug oleh dr Herman dipastikan jika korban meninggal dunia murni gantung diri.

Rektor Unanda Palopo Dr Marsus Suti membenarkan adanya kasus tersebut. Hanya saja, ia mengaku belum mengetahui persis apa masalahnya sehingga anak itu nekat bunuh diri.

Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono menuturkan, pihaknya kini tengah menyelidiki motif dari gantung diri tersebut. “Motifnya sementara diselidiki. Dugaan sementara karena masalah keluarga,” kata Dudung.

Saat kejadian, lanjutnya , korban pertama kali ditemukan oleh orang serumah bernama Amrah. “Selesai Salat Subuh, Amrah menuju rumah belakang, di situ dia melihat korban telah tergantung,” jelasnya

Perwira dua melati ini menambahkan, korban gantung diri dikarenakan ada tekanan psikologis.

“Sudah diidentifikasi, korban murni bunuh diri, diduga karena tekanan jiwa (depresi),” tandas Dudung.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds