Ritel Bandel Marak, Hamzah Hamid: Pemerintah Harus Cabut MoU dengan Pengusaha

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid. POJOKSULSEL/ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Hamzah Hamid mengatakan menjamurnya pengusaha ritel di Kota Makassar semakin terkesan sulit dibendung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Hal itu disebabkan, sebelumnya telah adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintahan sebelumnya dengan pihak manajemen sejumlah pengusaha ritel tersebut.

“Saya katakan, ini tidak bisa dibendung karena sudah ada MoU dengan Pemkot sejak lama, yang mematok sekian jumlah bangunan ritel di Makassar. Makanya sekarang Indomaret dan Alfamart dan Alfa Midi langsung membangun begitu saja,” ujar Hamzah Hamid saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (19/3/2017).

“Karenanya, saya katakan bahwa pemerintahan yang ada sekarang harus mencabut MoU itu. Karena sekarang ini di mana pun lokasinya, langsung mereka bangun karena MoU yang sudah ada itu,” jelas Hamzah Hamid.

Padahal, menurut Ketua PAN Makassar ini, seharusnya untuk pembangunan ritel baru harus mempertimbangkan beberapa aturan, apalagi terkait lokasi.

“Yang mestinya itu, harus diatur jaraknya, misalnya jarak dengan pasar tradisional, jarak dengan ritel yang sama, supaya tidak ada kesan monopoli,” terang Hamzah Hamid.

“Kita kan sudah pahami bersama, izinnya itu sudah ada dari dulu. Itu yang harus dicabut oleh pemerintah saat ini, supaya polemik ini segera berhenti,” tegas Hamzah Hamid.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Ini Syarat Calon Walikota PPP Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Ketua Bappilu Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP), Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Salam Latif, mengatakan sejauh …