Pembangunan Patung Nurdin Basri di Karebosi Dipersoalkan

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pembangunan patung anak pengusaha Tionghoa Hasan Basri, Nurdin Basri di Lapangan Karebosi menuai kontroversi. Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKal)  NGO Sulawesi, Djusman AR menilai, Bang Hasan harus menjelaskan dari sisi historis sehingga anaknya dibikinkan patung di Karebosi.

“Lapangan Karebosi merupakan milik publik. Mengapa ada patung anak pengusaha Tionghoa di situ?,” kata Djusman AR.

Menurut Djusman AR, patung merupakan sebuah ikon. Karena itu, harus dipertegas mengapa Nurdin Basri dijadikan ikon Karebosi. “Jangan hanya karena dia meninggal saat pembangunan mal karebosi lalu diabadikan sebagai patung,” kata Djusman.

Lagi pula, mal Karebosi sampai saat ini masih menuai kontroversi dari sisi pembangunan. “Ini harus disikapi Walikota Danny Pomanto. Jangan dibiarkan orang membangun ikon tanpa restu pemerintah,” kata Djusman.

Djusman juga menyoroti ketokohan Nurdin Basri. “Siapa itu. Nurdin Basri. Tiba-tiba ada patungnya di Gazebo Karebosi. Luar biasa kah dia? Apa yang dia lakukan untuk Kota Makassar?,” ujar Djusman.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds