Kala Guru Honorer di Sulsel KeluhkanGaji, Ini Kata None

Irman Yasin Limpo | DOK POJOKSULSEL

Irman Yasin Limpo | DOK POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, LUWU TIMUR – Sejumlah Guru Honorer di Kabupaten Luwu Timur mengaku kecewa dengan gaji (upah) yang mereka terima sejak diambil alih Propinsi. Pasalnya kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk membayar honor guru honorer di sekolah.

Kebijakan tersebut memunculkan masalah baru di daerah, khususnya daerah yang baru memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Guru honorer SMA 13 Luwu Timur di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur kepada awak media menggungkapkan, sebelumya upah yang mereka terima berkisar Rp 1,7 jutaper bulan yang dialokasikan melalui APBD Luwu Timur.

” Secara juknis dana BOS, jika dialokasikan 15 persen untuk membayar honor (upah) guru honorer jumlahnya sekitar Rp 28 juta/ tahun lalu dibagikan kepada 10 orang sama dengan Rp 2,8 juta per tahun. Dengan demikian maka kami hanya digaji Rp 250 ribu-300 ribu per bulan,” jelas salah seorang guru honorer di SMA 13 Luwu Timur desa Mahalona.

Kalau untuk sekolah lama yang jumlah siswanya mencapai ribuan orang, lanjutnya, mungkin tak ada masalah sebab dana BOS yang diterima tergantung jumlah siswanya.

” Kami meminta agar nasib kami bisa diperhatikan,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo dihubungi terpisah mengatakan jika untuk alokasi pembayaran guru honorer dibatasi 15 persen dari dana BOS sesuai dengan Permendikbud Nomor 8/ 2017 tentang juknis Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Penggunaan dana BOS juga diperketat dengan persyaratan baru yakni , setiap guru yang menerima dana BOS adalah guru honorer yang telah mengantongi surat penugasan yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten, kota dan provinsi serta disetujui atau disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas mantan Pejabat Bupati Luwu Timur tersebut.

Untuk diketahui di daerah terpencil ini , Sekolah Menengah Atas (SMA) desa Mahalona, hanya memiliki 186 siswa. Itu berarti jumlah dana BOS yang diterima hanya sebesar Rp186 juta per tahun. Sementara jumlah tenaga guru honorernya sebanyak 10 orang.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Ilustrasi

Ini Bahayanya Menahan Kentut

POJOKSULSEL.com – Salah satu proses alamiah tubuh untuk membuang gas akibat proses fermentasi yang terjadi di dalam perut adalah dengan …
selebriti, pedangdut nassar, nassar, paar baru nassar, nassar pacari janda kaya, janda kaya nassar, nassar dan janda kaya

Nassar Beli Rumah Mewah di Bogor

POJOKSULSEL.com – Nassar berbahagia setelah cita-citanya membeli rumah mewah kesampaian. Rumah yang dibeli Nassar tersebut berada di Bogor. Rumah seluas …