NYATA!!! Nenek 60 Tahun “Melahirkan” Bayi Berusia 37 Tahun

MELAHIRKAN pada usia senja sungguh langka. Lebih langka lagi, bayi yang dilahirkan ternyata sudah membatu (lithopedion). Misalnya, yang dialami seorang perempuan 60 tahun di Jambi ini. Bayi membatu dalam kandungannya diduga berusia 37 tahun.

Nenek dari Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batang Hari, tersebut tak menyadari kalau di dalam perutnya ada yang “luar biasa”. Bertahun-tahun dia mengabaikan sakit perut yang kerap menderanya.

Ketika tak sanggup menahan sakit lagi, perempuan itu akhirnya dilarikan sang anak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. “Selama bertahun-tahun, pasien susah BAB. Hanya itu yang dikeluhkan. Pasien termasuk tangguh,” kata dr Parianto SpOG, ketua tim medis operasi pengangkatan bayi membatu di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Setelah beberapa hari dirawat, kejanggalan dari yang dialami pasien ditemukan. “Baru diketahui bahwa pasien kerap mengalami kejang di perut saat BAB,” katanya. 

Tim medis segera mengambil tindakan dengan kembali melakukan penegakan diagnosis dan pemeriksaan lanjutan dengan melakukan rontgen, USG, dan CT scan. Hasilnya, tim dokter menarik dua kesimpulan. Yakni, adanya tumor primitif dan jaringan bayi yang membatu. Keduanya memiliki kemiripan. Sebab, ada juga tumor yang menghasilkan zat pengeras seperti tulang.

“Karena kasus ini jarang terjadi, kami melakukan USG sekali lagi kepada pasien. Setelah pasien dinyatakan siap, operasi kami lakukan pada Senin (6/3) sekitar pukul 09.00 dan selesai pukul 11.30,” kata dr Parianto.

Setelah berhasil dikeluarkan dalam operasi selama 2,5 jam, benjolan tersebut ternyata memiliki berat 1,5 kg. Penasaran, tim dokter mengetuknya dengan alat medis. Ternyata terdengar suara seperti batu dipukul.

Untuk mengetahui lebih lanjut, bongkahan mirip batu itu digergaji tim medis. Ternyata ditemukan rambut. Penggergajian pun dihentikan. Tim dokter melakukan X-ray. Hasilnya sungguh mengejutkan. Terlihat tulang berbentuk kerangka lengkap manusia. “Karena takut merusak jaringan, penggergajian akhirnya tidak diteruskan,” katanya. 

Pada ekspose media yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, Parianto menjelaskan, kejadian ini merupakan kejadian langka. Dimana di seluruh dunia baru ditemukan 300 kasus dan di Jambi adalah kasus kali pertama. 

(nur/c24/ami/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds