Nah Loh, Laporan Penyerangan Balaikota Resmi Dicabut

Penyerangan oknum polisi di dalam kantor Satpol PP di area Balaikota Makassar ditemukan sejumlah darah dilantai, Sabtu (6/8/2016). | DOK. POJOKSULSEL

Penyerangan oknum polisi di dalam kantor Satpol PP di area Balaikota Makassar ditemukan sejumlah darah dilantai, Sabtu (6/8/2016). | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kasus penyerangan Balaikota oleh oknum anggota Polri akan diselesaikan diluar jalur hukum. Itu karena pihak pelapor telah resmi mencabut laporannya,

“Iya sudah resmi dicabut. Kita sepakat menyelesaikannya diluar jalur hukum,” kata Kasubdit 1 Ditreskrim Polda Sulsel AKBP Anwar.

Direktur LBH Makassar Haswandi Andy Mas menyesalkan pencabutan laporan terkait penyerangan itu. Haswandi menilai, jika memang telah dicabut, seharusnya Polri meminta maaf secara terbuka atas kejadian itu.

Sebab, kata Hiswandi, sebagai simbol kewibawaan pemerintah, balaikota mestinya dijaga. “Ini sepertinya ada pelecehan terhadap balaikota,” kata Hiswandi.

Seperti diketahui, jaksa peneliti kejaksaan tinggi (Kejati) Sulsel kemarin mengirimkan P20 atau surat pemberitahuan Waku penyidikan telah habis. Surat tersebut dikirimkan kepada penyidik Polda Sulsel karena jaksa peneliti menganggap sudah terlalu lama tim penyidik tidak mengirimkan berkas perkara kasus tersebut kepada jaksa peneliti.

Kasus penyerangan balaikota sempat menyita perhatian publik. Apalagi, satu orang oknum polisi tewas setelah terjadi penyerangan. Awalnya, Walikota Makassar Danny Pomanto bereksi keras atas penyerangan kantornya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds