Bikin Sepatbor Motor dari Sampul Alquran, Penjual Bakso Diamankan

Sampul Alquran yang digunakan sebagai sepatbor oleh seorang tukang bakso di Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Radar Tasikmalaya

Sampul Alquran yang digunakan sebagai sepatbor oleh seorang tukang bakso di Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Radar Tasikmalaya

POJOKSULSEL.com, TASIKMALAYA – Herman (35) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan penistaan menggunakan sampul Alquran sebagai pengganti sepatbor motornya.

Herman yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso ini diamankan di kawasan Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Senin pagi (7/3/2017).

Kapolsek Mangkubumi Iptu Suyitno menjelaskan kemarin pagi mendapat laporan dari warga Pasar Cikurubuk terkait adanya pengendara motor yang mengunakan sampul Alquran di sepatbor belakang motornya. Anggota Polsek pun langsun menuju lokasi untuk memastikannya.

“Saya perintahkan anggota cek, ternyata bener ada,” ungkapnya di Mapolsek Mangkubumi, Senin (6/3) kemarin.

Di balik sampul Alquran –yang terpasang di motor Herman— terdapat deretan asmaul husna. Sampul Alquran berwarna emas tersebut menjadi pengganti sepatbor belakang motor bebek pria bertubuh tambun itu.

Herman pun langsung diamankan polisi ke Mapolsek Mangkubumi. Pria asal Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya itu diperiksa lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Dia diduga melakukan penistaan terhaap kitab suci terlebih disitu terdapat nama-nama Allah.

“Belum jadi tersangka, karena kami masih melakukan pendalaman,” tutur kapolsek.

Polisi juga mengamankan sepeda motor Supra X milik Herman dan sampul Alquran yang sebelumnya terpasang di sepatbor motor tersebut. Sampai kemarin kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kepada polisi, Herman mengaku menggunakan sampul Alquran karena kertasnya keras. Karena tidak ada barang lain, dia pun menggunakan benda itu di bagian belakang motornya.

Penjual bakso asal Mangkubumi itu mengaku tidak punya niat menistakan Alquran. Dia semata-mata memasang sampul Alquran supaya cipratan air dari ban belakangnya bisa terhalangi.

“Supaya tidak keciprat saja,” akunya.

Herman mengaku menyesal telah melakukan perbuatan terebut dan tidak akan mengulanginya lagi. Dia pun meminta maaf kepada semua umat muslim, karena apa yang dia lakukan ternyata dianggap penistaan.

“Khususnya kepada umat Islam yang di Tasik umumnya semuanya, saya mohon maaf dan menyesal,” ungkapnya.

(rga/jpnn)



loading...

Feeds

mudik, jalan rusak, jalur trans sulawesi rusak, trans sulawesi rusak, mudik jalan rusak, jalan rusak ke palopo, mudik 2017

Mudik yang Mengecewakan

SEMINGGU sebelum Lebaran, saya membayangkan jalur mudik trans Sulawesi mulus. Paling tidak tidak ada hambatan berarti. Saya membayangkan, jalur ini …